7 Fakta di Balik Bercinta di Dalam Air

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 04:57 WIB
7 Fakta di Balik Bercinta di Dalam Air Ilustrasi (AFP PHOTO / Fabrice COFFRINI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bercinta dengan pasangan tak harus selalu di kasur. Ada beberapa pilihan lokasi lain yang cukup menarik untuk dieksplorasi, seperti kamar mandi atau bahkan dapur.

Di luar itu, ada pula beberapa orang yang terinspirasi bercinta di kolam renang pribadi atau lokasi apa pun dengan air cukup melimpah.

Basah sudah pasti. Sebagian dari mereka yang pernah mencoba menganggap bahwa berhubungan intim di bawah air memberikan sensasi berbeda.


Namun, sebelum mencobanya, Anda perlu tahu beberapa fakta mengenai bercinta di bawah air dan dampaknya pada kesehatan.


1. Tidak steril

Tak seperti di kasur, di bawah air tubuh akan selalu dalam kondisi basah. Air di sekitar tubuh bisa saja mengandung bakteri seperti e-coli atau salmonella.

E-coli sendiri diketahui sebagai bakteri pemicu diare. Sedangkan salmonella, selain memicu diare, juga bisa menimbulkan demam dan sakit perut. Kedua jenis bakteri ini biasa hidup di air.

"Ada kesempatan bakteri itu akan terdorong ke dalam organ intim perempuan dan tubuh," ujar ahli kesehatan wanita, Jennifer Wider, mengutip Health24.

2. Miss V kering

Bercinta yang nyaman ialah saat vagina terlubrikasi dengan sempurna. Bercinta di bawah air membuat vagina dengan mudah terlubrikasi.


Namun, ginekolog Jessica Sheperd mengatakan bahwa air sama sekali bukan lubrikan yang baik.

Air justru bakal membilas lubrikan alami tubuh dan membuatnya kering. Efeknya, bercinta di dalam air bukan ide menarik, apalagi jika mengingat vagina yang kering dan rasa sakit yang bisa timbul akibat gesekan.

3. Timbul luka

Menyambung soal bagian miss V yang kering, bercinta dalam air dapat menimbulkan luka pada vagina akibat gesekan terus menerus.

4. Risiko infeksi saluran kemih

Air di lokasi Anda bercinta tak selalu dalam kondisi steril. Saat bercinta, ada saatnya ketika uretra akan terbuka. Kondisi memungkinkan bakteri atau kuman masuk ke saluran kemih.

Alur sedemikian rupa membuat aktivitas bercinta dalam air bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

5. Infeksi jamur

Selain infeksi, ada risiko lain yang mengintai saat bercinta di bawah air. Air kolam renang yang mengandung klorin membuat vagina bakal mengalami iritasi. Kadar keasaman vagina pun bisa berubah.

"Apa pun yang mengganggu kadar keasaman bisa meningkatkan risiko infeksi jamur," ujar Sheperd.


6. Risiko penyakit menular seksual (PMS)

Jangan harap air mampu memusnahkan bibit penyakit menular seksual. Faktanya, bercinta dalam air juga bisa menimbulkan risiko PMS dari luka akibat gesekan. Belum lagi, alat kontrasepsi kondom yang mudah robek jika digunakan untuk bercinta di dalam air.

7. Masih ada kemungkinan hamil

Ada anggapan yang menyebut bahwa bercinta di dalam air tak menimbulkan kehamilan. Namun, anggapan itu cuma mitos, karena faktanya kehamilan bisa saja terjadi jika ada penetrasi.

"Kehamilan masih bisa terjadi setelah bercinta di dalam air. Jadi, jangan menganggapnya sebagai strategi atau menjadikannya sebagai pengganti alat kontrasepsi," jelas Sheperd. (els/asr)