Berkah Jembatan Gantung Situ Gunung Lewat Jalur Virtual

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 19:17 WIB
Berkah Jembatan Gantung Situ Gunung Lewat Jalur Virtual Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi. (CNN Indonesia/Agung Rahmadsyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keindahan alam Taman Wisata Alam Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, semakin tampak dan lebih mudah dinikmati masyarakat. Kehadiran jembatan gantung atau akrab disebut suspension bridge, yang menghubungkan area pintu masuk Situ Gunung dengan Curug Sawer menjadi penarik minat ribuan masyarakat berkunjung ke Situ Gunung beberapa waktu terakhir.

Minat masyarakat untuk mengunjungi wahana wisata yang terletak di wilayah Cisaat, Kabupaten Sukabumi itu bisa dimaklumi. Jembatan dengan panjang 230 meter itu membentang di atas jurang sedalam lebih dari 200 meter.

Hal itu menimbulkan sensasi sendiri bagi pengunjung. Dibutuhkan nyali yang besar untuk bisa melewati jembatan yang selalu bergoyang di atas rimbunnya hutan dan jurang yang sangat dalam.


Jembatan gantung terpanjang di Asia itu terpasang dengan kawat baja kokoh dan masing-masing ujungnya berada di tepi tebing.

Beban maksimal yang bisa ditahan oleh jembatan ini adalah lebih dari 50 orang dewasa, namun demi keamanan diturunkan menjadi 40 orang.

Rangka baja dengan alas kayu menjadi bahan utama yang membuatnya semakin terliat indah dan alami.

Dari atas jembatan, pengunjung dapat melihat keindahan hutan yang masih rimbun dan hijau dari Taman Nasional Gede Pangrango (TNGGP).

Sebelumnya, untuk dapat menuju Curug Sawer, pengunjung harus siap menempuh waktu berjalan kaki sekitar satu setengah jam lamanya.

Jalur pejalan yang masih sangat alami dan cenderung terjal kerap membuat pengunjung enggan melaluinya. Saat ini, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 15 menit dari pintu masuk untuk menuju jembatan gantung dan menyebrang menuju Curug Sawer.

Pengunjung hanya perlu membayar uang retribusi wisata sebesar Rp50 ribu. Dengan tiket itu, pengunjung sudah bebas memasuki seluruh area Situ Gunung.

Mulai dari menaiki jembatan, Curug Sawer, hingga Danau Situ Gunung yang terkenal keindahan dan keasriannya.

Selain itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan suguhan minuman dan makanan ringan.

Suguhan itu bisa didapat di bale bambu yang akan dilewati pengunjung ketika berjalan dari loket menuju jembatan gantung.

Jahe hangat, teh panas, ditambah ragam kudapan bisa dinikmati dengan iringan alunan musik tradisional Sunda.

Pemandangan eksotis dari tebing dan hutan alam TNGGP akan terhampar di depan bale bambu tersebut.

Bila beruntung, di tengah perjalanan menuju jembatan pengunjung juga bisa berkesempatan melihat satwa asli yang berada di TNGGP. Mulai dari ragam burung hingga kera.

Suasana juga semakin menarik karena suasana di kawasan Situ Gunung yang masih sangat asri dan berudara sejuk.

Berkah Jembatan Gantung Situ Gunung Lewat Jalur VirtualJembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi. (CNN Indonesia/Agung Rahmadsyah)

Viral dan membludak

Membludaknya pengunjung jembatan gantung Situ Gunung tidak hanya karena semakin mudahnya akses menuju Curug Sawer.

Namun, juga karena keindahan pemandangan yang ditampilkan lewat foto-foto yang diunggah pengunjung di media sosial.

Hanya dalam waktu sekitar satu minggu sejak dirilis dan dibuka sementara, jembatan gantung Situ Gunung telah menjadi salah satu ikon wisata Sukabumi yang viral di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, sejak pertama dibuka sementara pada tanggal 15 Juni 2018 lalu, setidaknya lebih dari seribu orang datang setiap hari untuk merasakan sensasi menaiki jembatan gantung tersebut.

Hal itu diungkapkan Dede Asad, salah satu founder PT Fontis Aquam Vivam, yang membangun jembatan tersebut. Menurutnya lebih dari 20 ribu pengunjung yang datang untuk merasakan sensasi jembatan saat soft lounching jembatan 15-30 Juni 2018 lalu.

"Iya ada ribuan setiap hari, terutama saat weekend," ujar Dede, kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu yang lalu.

Viralnya jembatan gantung Situ Gunung diakui masyarakat desa sekitar membawa manfaat bagi kehidupan mereka.

Sebelum adanya jembatan gantung, kawasan wisata Situ Gunung tidak banyak dikunjungi wisatawan.

Pengunjung umumnya hanya datang saat akhir pekan dan dalam jumlah terbatas, hanya sekitar puluhan pengunjung.

"Selama ada jembatan dibuka jadi sangat ramai. Warga jadi bisa usaha, banyak juga yang jadi pekerja di dalam di perusahaan pembuat jembatan," ujar Ujang Sulaiman, warga desa Gede Pangrango yang berjualan di sekitar kawasan wisata alam Situ Gunung.

Ujang mengatakan sudah sangat banyak wisatawan yang datang. Mereka tidak hanya dari sekitar Sukabumi atau wilayah Jawa Barat. Namun, juga dari banyak kota lain di seluruh Indonesia.

Saat ini, jembatan gantung Situ Gunung tengah menunggu untuk kembali dibuka secara resmi.

Dede Asad mengatakan jembatan akan segera kembali dibuka secara permanen. Ia hanya tengah menunggu momen yang tepat dan berharap akan ada perwakilan pemerintah pusat, khususnya Presiden Jokowi, untuk dapat hadir dalam pembukaan.

Sementara itu, ragam informasi tentang jembatan yang dirancang oleh arsitek dalam negeri itu saat ini dapat dengan mudah didapat di dunia maya.

Mulai dari foto-foto keindahan dari atas jembatan, hingga informasi bagaimana menuju destinasi wisata favorit Sukabumi tersebut.

Biasanya, untuk menuju wilayah Situ Gunung, pengunjung umumnya akan melewati jalur jalan raya Bogor-Sukabumi bila mereka datang dari Jakarta.

Sesampainya di wilayah Cisaat, pengunjung akan dapat dengan mudah menemukan petunjuk jalan resmi dinas perhubungan yang mengarahkan ke Taman Wisata Alam Situ Gunung.

Bila menggunakan kendaraan umum dari Jakarta, pengunjung bisa memilih transportasi umum kereta api untuk menuju kesana.

Kereta yang digunakan ialah kereta Pangrango jurusan Bogor Paledang-Sukabumi dengan tarif Rp35 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp80 ribu untuk kelas eksekutif. Pengunjung dapat turun di stasiun Cisaat, dan melanjutkan dengan menggunakan angkutan perkotaan (angkot) menuju kawasan Situ Gunung.

(agr/ard)