Rabu Terakhir di Pantai Cemara

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 11:39 WIB
Rabu Terakhir di Pantai Cemara Ilustrasi orang di pantai. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi warga pesisir timur Jambi, khususnya umat muslim, Rabu (7/11) merupakan hari yang spesial. Sebagai hari Rabu terakhir di bulan Safar atau bulan kedua tahun Hijriah, ribuan orang bersiap untuk menceburkan diri bersama-sama ke pantai untuk sebuah ritual yang kini menjelma sebagai festival.

Ribuan peserta ritual Mandi Safar di Desa Air Laut Hitam, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi menikmati suasana serta kekhasan Pantai Cemara di kawasan itu.

"Kekhasan Pantai Cemara dapat dinikmati wisatawan atau pengunjung Festival Mandi Safar di pantai Desa Air Hitam, di objek wisata itu dipenuhi oleh hutan cemara laut yang khas," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanjungjabung Timur, Sutiana, seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (8/11).


Pantai Cemara memiliki pantai dengan pasir berwarna coklat kehitaman dengan hutan pohon cemara laut yang khas.

Pohon itu spesifik dan menjadi habitat bagi burung pantai dan tempat persinggahan burung migran.

Untuk menuju ke lokasi tersebut, wisatawan dapat menempuh perjalanan dari Kota Jambi menuju Kecamatan Nipah Panjang, Tanjungjabung Timur dengan waktu tempuh selama empat jam perjalanan darat.

Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan transportasi air untuk menuju lokasi selama seperempat jam.

Festival Mandi Safar tahun ini digelar sejak 4 hingga 7 November 2018, dengan menggelar berbagai kegiatan pendukungnya. Puncak kegiatan Mandi Safar digelar Rabu.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanjungjabung Timur juga menjadikan festival itu sebagai salah satu ikon pariwisata di Kabupaten Tanjungjabung Timur.

Festival ini dirangkai dengan berbagai kegiatan pariwisata ke sejumlah destinasi wisata di daerah itu, salah satunya adalah kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang. (agr)