CATATAN PERJALANAN

Datang ke Sepuluh Tahun Marvel di Singapura

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Sabtu, 10/11/2018 14:23 WIB
Datang ke Sepuluh Tahun Marvel di Singapura Gerbang pameran 'Marvel Studios: Ten Years of Heroes' di Singapura. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)
Singapura, CNN Indonesia -- Salah satu 'ritual' pertama yang saya lakukan setiap kali tiba di Singapura adalah mencari camilan es krim potong yang diapit roti tawar seharga Rp20 ribu.

Harganya yang ramah di kantong dan kemampuannya mengusir dahaga akibat suhu panas Singapura adalah alasan saya selalu melakukan 'ritual' ini.

Suhu udara rata-rata di Singapura pada siang hari sekitar 33 derajat Celcius, hal ini tentu membuat saya malas berkeliaran di luar ruangan. Apalagi harus berjalan kaki di daerah Singapore Flyer atau berbelanja di Bugis Street.


Demi menghindari sengatan matahari, mulailah memilih tempat wisata di dalam ruangan (indoor) yang menawarkan suhu ruangan bershaja.

Akhirnya pilihan jatuh pada Marvel Studios di ArtScience Museum, Marina Bay Sands.

Marvel Studios Singapura dikelola oleh swasta, namun kebersihannya selalu dipantau oleh pemerintah setempat.

Pemerintah Singapura mengeluarkan peraturan tentang kebersihan sangat ketat yang sanksinya berupa denda mencapai jutaan rupiah.

Untuk sampai di Marvel Studios Singapura cukup mudah. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit perjalanan dari hotel Peninsula, tempat saya menginap, untuk menuju Marvel Studios dengan menggunakan bus.

Sebagai catatan, waktu yang tepat mengunjungi lokasi adalah pukul 10 pagi waktu setempat. Durasi petualangan yang dibutuhkan di 'negeri superhero' ini sekitar 1,5 jam.

Perhitungan waktu ini sangat pas mengingat eksplorasi selesai sebelum jam makan siang. Sehingga bisa segera mencari restoran terdekat untuk memadamkan rasa lapar.

Saya sendiri tiba pukul 09.30 pagi, dan seperti yang saya duga Marvel Studios tidak terlalu penuh oleh pengunjung.

Ini bisa juga karena waktu kunjungan saya adalah hari kerja, ketika banyak keluarga di Singapura sedang berada di tempat kerja, universitas, atau sekolah.

Tiket masuk pameran ini 19 Dollar Singapura (sekitar Rp202 ribu) untuk dewasa dan 14 Dollar Singapura (sekitar Rp149 ribu) untuk anak-anak.

Begitu turun dari bus, dari kejauhan saya disajikan pemandangan gedung museum berdesain bunga teratai.

Melihat ke sebelah timur, sebuah sungai kecil di Singapura menambah keindahan alam sekitar museum itu.

Berdasarkan informasi yang saya dapat, selain menyajikan pahlawan super Marvel, gedung itu kerap digunakan untuk acara pertunjukan dan aktivitas edukasi untuk masyarakat setempat.

Tak heran saat sampai di sana, saya melihat banyak anak-anak sekolah dasar, bahkan Taman Kanak-kanak.

Menyapa para Jagoan Marvel di SingapuraBersama turis-turis cilik yang rapi antre masuk. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)

Seorang pemandu selama di Singapura, Aidah, mengatakan bahwa beragam pertunjukan diadakan di dalam gedung tersebut. Temanya pun selalu berganti berdasarkan topik yang sedang ramai di tengah masyarakat.

"Untuk kesempatan kali ini adalah Marvel Studios, dan dalam beberapa waktu ke depan mungkin akan berganti dengan tema lain," kata Aidah.

Marvel Studios Singapura berlangsung mulai 9 Juni sampai 30 September 2018, dalam rangka menyambut 10 tahun Marvel Studios di dunia.

Lokasi ini juga menjadi tuan rumah pameran bertajuk Marvel Studios: Ten Years of Heroes.

Menurut saya Marvel Studios salah satu lokasi objek wisata yang memberikan pengalaman unik.

Sebab di sana bisa melihat maket para pahlawan Marvel mulai berukuran kecil, sedang hingga besar yang terkungkung dalam ruang besar dengan cahaya yang sedikit remang-remang.

Pada fase awal penjelajahan, pengunjung diajak menikmati video Marvel Studio yang menceritakan orang-orang di balik layar setiap pembuatan film Marvel Studios.

Dari sini saya memutuskan untuk mengurung diri selama 1,5 jam ke depan sembari menikmati deretan karakter fiksi yang mungkin tak bisa disaksikan pelancong lain.

Setelah menyaksikan video, saya bergeser ke replika Iron Man ukuran raksasa dengan nama Stark Industries di bawahnya. Tentu saja kita bisa berfoto di depan patung tersebut.

Menyapa para Jagoan Marvel di SingapuraReplika Iron Man yang berukuran asli. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)

Saya juga bisa menyaksikan permainan cahaya yang ditembakkan ke patung Iron Man. Pada bagian depan replika itu, ada sebuah layar yang menampilkan informasi tentang Mark VIII.

Tempat ini menggunakan model jalan satu arah seperti wahana permainan konsep indoor pada umumnya. Sehingga kecil kemungkinan untuk berbenturan dengan pengunjung lain.

Bergerak masuk ke dalam lorong dengan pencahayaan dramatis, saya melihat gambar Captain America dengan latar belakang bendera Amerika Serikat di sisi kanan.

Suasana di sana begitu menenangkan, sehingga mampu membuat siapa saja bertanya siapa replika selanjutnya.

Setelah dari Captain America, saya melewati replika Thor dan Hulk hingga sampai lokasi Dr Strange. Untuk sampai di wilayah Dr Strange, kita harus melewati lingkaran spell atau lingkaran waktu.

Dalam filmnya, lingkaran itu digunakan sebagai mesin waktu. Lingkaran magis itu juga digunakan aktor Benedict Cumberbatch (pemeran Dr Strange) untuk memindahkan musuh dari satu tempat ke tempat lain.

Menyapa para Jagoan Marvel di SingapuraReplika Dr Strange. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)

Hal yang tak mungkin dilakukan manusia. Tapi itulah Marvel selalu hadir membawa cerita istimewa yang menghibur penggemarnya.

Tak jauh dari area Dr Strange, pengunjung akan berjumpah pahlawan super berasal dari negeri fiksi bernama Wakanda, yaitu Black Panther.

Menyapa para Jagoan Marvel di SingapuraReplika Black Panther. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)

Pada penghujung petualangan, pengunjung menyaksikan replika Ant-Man dan Thanos yang di akhir ceritanya masih mencari musuh setimpal.

Perjalanan menyapa replika superhero ini mungkin akan menjadi tak penting bagi bukan penggemar film-film Marvel Studios, karena hanya berpikir membuang waktu melihat sebongkah patung yang bertabur warna-warna cerah.

Sementara bagi saya, sepanjang penjelajahan ada dua catatan penting, yaitu proses pengerjaan replika yang sangat detail dan bagian dalam terlihat bersih.

Bahkan hampir tak terlihat pengunjung makan dan minum di tempat ini.

(ard)