20 Negara Ramaikan Jogja International Heritage Walk 2018

Kemenpar, CNN Indonesia | Sabtu, 10/11/2018 18:20 WIB
20 Negara Ramaikan Jogja International Heritage Walk 2018 Candi Prambanan. (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 350 peserta dari 20 negara akan ambil bagian dalam Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2018 dan diajak menjelajahi beragam keunikan Yogya.

"JIHW merupakan sebuah perhelatan internasional yang memadukan olahraga jalan kaki dengan penjelajahan wisata. Sebagai sebuah atraksi wisata, eksistensi JIHW sudah tidak terbantahkan," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/11).

Ia yakin acara yang akan digelar pada 17-18 November ini dapat berjalan dengan sukses karena provinsi menyimpan kekayaan pariwisata yang begitu beragam.



Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti tidak meragukan eksistensi dari JIHW. Menurutnya, acara itu mampu menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Eksistensinya luar biasa. Selalu mampu mengundang wisatawan datang, termasuk juga wisatawan mancanegara. Atraksi yang ditampilkan pun selalu dipoles sehingga memanjakan wisatawan," kata dia.

Wakil Ketua Pelaksana JIHW Dahlia Puspasari pun menuturkan tahun ini JIHW akan mengangkat tema The 10th Jogja International Heritage Walk 2018: Save the Nature, Respect the Culture, Jogja to the World. Acara itu akan digelar dalam tiga rute, yakni 5 km, 10 km, dan 20 km.

"Ada rute baru yang kita hadirkan untuk hari kedua. Rutenya di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kita akan ajak peserta mengelilingi enam desa wisata yang unik, yakni Desa Pancoh, Desa Kelor, Desa Nanggring, Desa Tunggul Arum, Desa Pule Sari, dan Desa Garongan," ujar Dahlia.


Ia juga menuturkan di rute baru ini ada keunikan-keunikan yang bakal dirasakan oleh peserta jalan kaki. Misalnya, saat singgah di Desa Nanggring, peserta bisa menikmati susu kambing etawa gratis.

Begitu juga saat singgah di Desa Pulesari, peserta akan diajak berinteraksi bersama warga desa. Ada juga sajian pertunjukan musik instrumental tradisional dan gunungan salak.

Sedangkan di Desa Kelor, peserta akan diajak menengok sebuah tempat bersejarah bernama Joglo Kelor, yakn tempat perlindungan saat masa Perang Diponegoro yang dibangun sejak 1835.

"Masing-masing desa memiliki ciri khas yang unik. Inilah tujuan kegiatan ini. Kami ingin menonjolkan alam dan budaya daerah setempat," ungkap Dahlia.

Wisata Candi

Hari pertama pun tak kalah menarik. Sebab area Candi Prambanan akan dihiasi oleh beragam seni budaya. Pada pukul 06.00 WIB di Candi Brahmana akan ada sesi cucuk lampah oleh Gedruk Lampah Buto.

Lalu selama perjalanan, para peserta akan disuguhi berbagai hiburan menarik seperti pertunjukan akustik musik tradisional, wayang wong di area Candi Sari.

Kemeriahan pun masih berlanjut. Beragam sajian lain tak lupa disiapkan pihak panitia seperti edukasi jamu oleh Wilwatikta, senam zumba dan cek kesehatan gratis oleh Rotary Club of Yogya Tugu.


Selain itu, fun bike 10 km gratis, serta lomba mewarnai dan lomba melukis payung bersama komunitas Omah Parenting.

"Selain itu, ada board game AR [Augmented Reality] bersama komunitas Sebangku, edukasi dan workshop Taman Siswa Ki Hajar Dewantara bersama Sariswara Club. Ada juga games dolanan anak, edukasi lingkungan hidup, dan donasi bibit pohon bersama Greentech Universitas Pembangunan Nasional," katanya.

Selain itu, Marketing Communication JIHW 2018 Dede Budiarti menuturkan bahwa JIHW telah resmi menjadi bagian International Volkssport Verband (IVV) sejak 2013 bersama 29 negara lainnya.


IVV atau International Federation of Popular Sport merupakan sebuah organisasi nonprofit yang mewadahi beberapa cabang olahraga populer seperti Triathlon.

"Melalui peran IVV ini memudahkan para pejalan kaki dari negara-negara Eropa, Jepang, dan Pan Pasifik datang ke Indonesia, khususnya Yogya untuk ikut JIHW," katanya.


(mle/egp)