Kemenpar Siap Gelar Crossborder Festival Keerom di Papua

Kemenpar, CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 20:24 WIB
Kemenpar Siap Gelar Crossborder Festival Keerom di Papua Crossborder Festival Keerom mengusung tema 'Satu dalam Keberagaman'. (Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggulirkan Crossborder Festival Keerom 2018 di Papua. Event ini akan menghadirkan bintang tamu penyanyi reggae Ras Muhammad.

Festival ini akan dihelat 15-17 November 2018 pukul 10.00-16.30 WIT. Lokasinya di Lapangan Sepakbola Swakarsa, Keerom, Papua.

Menurut Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, Ras Muhammad diharapkan bisa menjadi daya tarik masyarakat Papua yang menyukai musik reggae.


"Musik reggae sangat digandrungi di Papua, begitu pun dengan Ras Muhammad figur musisi reggae terbaik. Kehadirannya selalu dinantikan masyarakat, baik lokal maupun mancanegara," ungkap Giri Adnyani dalam keterangan tertulis, Jumat (9/11/2018).



Dia mengatakan sebelumnya Ras Muhammad juga pernah tampil dalam Festival Crossborder Skouw 2018 pada 7-9 Agustus silam. Kehadirannya di event tersebut mampu menarik kunjungan 4.000 hingga 5.000 wisatawan dari Papua Nugini. Event itu pun kembali digelar pada 25-27 Oktober kemarin.

"Pasar di sana sudah jelas. Mereka ini penikmat musik reggae. Makanya, optimalisasi penampilan selalu diberikan. Harapannya, feedback yang muncul juga sangat positif," terangnya.

Ia menambahkan, Crossborder Festival Keerom mengusung tema 'Satu dalam Keberagaman'. Selain Ras Muhammad ada juga musisi lokal, Dave Solution dan Mixmate Band asal Papua Nugini.

"Formulasi ini sangat paten. Beberapa kali diujicobakan, hasilnya sangat positif dan memuaskan. Yang jelas, ada banyak kemeriahan yang ditawarkan dalam event ini. Jadi, jangan sampai Crossborder Festival Keerom terbaik ini terlewatkan begitu saja," tegasnya ajaknya.



Tak hanya alunan musik, Crossborder Festival Keerom juga menampilkan tari tradisional hingga bazaar. Contohnya adalah tari Cenderawasih. Sementara bazaar akan dihiasi beragam hasil kerajinan tangan. Salah satu produk di antaranya tas dengan bahan baku kulit kayu.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani menjelaskan, Keerom memiliki potensi yang besar karena berbatasan dengan Papua Nugini.

"Optimalisasi kunjungan wisman harus dilakukan melalui Keerom. Wilayah ini sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Dengan digelarnya Crossborder Festival Keerom ini akan ada perubahan besar dari arus kunjungan wisman. Artinya, potensi ekonominya juga ikut besar," tutur Ricky.

Secara geografis, Keerom memiliki luas 9.365 kilometer persegi. Kabupaten ini terbagi dalam 11 distrik. Lima distrik di antaranya berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Distrik tersebut adalah Arso Timur, Towe, Senggi, Waris, dan Web. Keerom juga merupakan salah satu dari beberapa kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Papua Nugini. Selain Keerom, ada Kota Jayapura, Pegunungan Bintang, dan Merauke.

"Keerom ini memiliki posisi yang strategis. Kami yakin, jumlah wisatawan Papua Nugini akan banyak yang menyeberang ke Keerom dengan sajian musik reggae. Ini akan jadi kesuksesan menarik wisman berikutnya dari Papua," katanya lagi.

Festival ini pun mendapat apresiasi Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia menuturkan agar pariwisata dikemas berbeda dan memberikan kesan terbaik bagi wisatawan. Untuk itu ia mengakui kalau musik reggae dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan di sekitar Papua.

"Konsep musik reggae ini terbukti efektif untuk menarik perhatian wisatawan Papua Nugini. Kami pun selalu mengingatkan, kemasan fresh harus diberikan. Harapannya, agar wisatawan tidak bosan. Yang jelas, experience terbaik harus diberikan bagi wisatawan," tutupnya. (mle/egp)