Indonesia Hadapi Tiga Beban Penyakit

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 06:41 WIB
Indonesia Hadapi Tiga Beban Penyakit Ilustrasi (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia kini tengah memasuki masa transisi epidemiologi. Kondisi ini membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta masyarakat untuk mewaspadai segala jenis penyakit.

"Indonesia sekarang sedang menghadapi transisi epidemiologi. Terkait dengan penyakit, kita menghadapi tiga beban penyakit," kata Nila dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-54, dikutip dari keterangan resmi di situs Kemenkes, Senin (12/11). Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap 12 November.

Tiga beban penyakit yang dimaksud itu adalah pertama, bergesernya penyakit menular ke arah penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, dan kanker. Kedua, muncul ancaman penyakit infeksi baru seperti flu burung, ebola, dan TBC resisten obat. Ketiga, penyakit menular yang masih belum bisa ditangani seperti demam berdarah, TBC, malaria, HIV/AIDS, filariasis, dan cacingan.



Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menunjukkan kenaikan dari sisi angka kejadian penyakit tidak menular.

Prevalensi kencing manis berdasarkan pemeriksaan darah meningkat dari 6,9 persen pada 2013 menjadi 8,5 persen pada 2018. Penderita Hipertensi juga melonjak dari dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen. Perilaku merokok pada remaja pun mengalami kenaikan dari 7,2 persen menjadi 9,1 persen.

Selain tiga beban penyakit itu, Indonesia juga masih dihantui masalah gizi. Kemenkes menyatakan Indonesia menghadapi beban ganda dalam perkara nutrisi.

Di satu sisi, masalah gizi buruk seperti kurang gizi, pendek/stunting, dan kurus masih jadi persoalan. Di sisi lain, Indonesia juga mengalami kelebihan gizi seperti obesitas atau kegemukan.

Hasil Riskesdas 2018 mendapati ada penurunan angka stunting pada balita dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen. Walau menunjukkan perbaikan, angka itu masih tergolong tinggi.


Sebagai bentuk pencegahan, Kemenkes meminta masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup sehat. Pasalnya, hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa perilaku makan buah dan sayur yang cukup baru mencapai 5 persen.
Sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), makan buah dan sayur yang cukup yakni 5 porsi per hari.

Kebiasaan berolahraga juga perlu ditingkatkan lantaran 33,5 persen penduduk di atas 10 tahun kurang menjalani aktivitas fisik. Menkes Nila berharap masyarakat bisa menerapkan kampanye yang diusung Kemenkes yakni Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Dia meminta jajaran Kemenkes untuk gencar mengimplementasikan program itu.

''Saya berharap bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Program lndonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dapat diimplementasikan lebih operasional dan konkrit di tengah-tengah masyarakat,'' kata Nila. (ptj/asr)