Bodyguard Karl Lagerfeld Ikuti Jejak Jadi Desainer

CNN Indonesia | Minggu, 18/11/2018 02:51 WIB
<i>Bodyguard</i> Karl Lagerfeld Ikuti Jejak Jadi Desainer Puluhan tahun mengawal Karl Lagerfeld, pengawalnya Sebastien Jondeau mengikuti jejak Karl menjadi desainer. (AFP/Patrick Kovarick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengaruh desainer asal Jerman Karl Lagerfeld di dunia mode tak perlu dipertanyakan lagi. Rupanya, karier dan prestasi yang diraih direktur kreatif rumah mode Chanel ini turut mempengaruhi kehidupan orang di sekitarnya.

Kini bodyguard setianya, Sebastien Jondeau mengikuti jejak Lagerfeld menjadi desainer.

Belum lama ini ia turut andil dalam merancang koleksi busana pria bertajuk 'Karl Lagerfeld Curated by Sebastien Jondeau'. Jondeau menyebut ini sebagai refleksi gaya busananya selama bersama Lagerfeld.


"Saya seperti seekor bunglon soal gaya," kata dia dikutip dari Refinery29, beberapa waktu lalu.

Langkah besar ini ia ambil setelah dua dekade menjadi bodyguard yang kerap kali tertangkap kamera paparazi tengah bersama Lagerfeld.

Pertemuan pertama Jandeau dengan Lagerfeld terjadi sekitar 1990-an. Saat itu dirinya masih berusia 15 tahun. Libur sekolah ia manfaatkan untuk bekerja di perusahaan barang antik milik kerabatnya. Sedangkan Lagerfeld kala itu merupakan pelanggan yang cukup sering berkunjung.

Salah satu koleksi Lagerfeld yang dipamerkan pada ajang Paris Fashion Week 2015.Salah satu koleksi Lagerfeld yang dipamerkan pada ajang Paris Fashion Week 2015. (Gonzalo Fuentes)
"Saya tidak tahu dia adalah Karl Lagerfeld, atau siapa Karl Lagerfeld saat itu," kata pria asal Prancis itu.

Rasa ingin tahu khas anak remaja membuat dia dan Lagerfeld banyak berbincang mengenai buku, seni, dan kehidupan. Obrolan ini tak lantas membuat Jandeau langsung bekerja untuk sang desainer.

Saat mengantar furnitur klasik untuk Lagerfeld, Jandeau, yang telah mengikuti wajib militer untuk Perancis, bertanya kepada Lagerfeld soal kemungkinan dirinya memerlukan orang untuk dipekerjakan. Lagerfeld hanya berkata "mungkin".

Dua sampai tiga bulan setelahnya, Lagerfeld memanggil Jandeau untuk bekerja untuknya. Pada 1998, Jandeau resmi menjadi bodyguard. Tak hanya sekadar jadi pengawal, Jandeau bertugas untuk mengurus administrasi, berurusan dengan publik, dan bahkan menjadi model kampanye Lagerfeld serta berjalan untuk Chanel.

"Saya bukan model. Saya melakukannya hanya untuk Karl," ujarnya.

Bisa dibilang Lagerfeld nyaris menghabiskan harinya bersama Jandeau. Meski hanya lima sampai enam jam dalam sehari, ia merupakan orang pertama yang dilhat sang desainer dan orang terakhir yang ia lihat sebelum tidur.

Karl Lagerfeld dan desainer Italia Silvia Venturini Fendi, di ajang Milan Fashion Week 2016.Karl Lagerfeld dan desainer Italia Silvia Venturini Fendi, di ajang Milan Fashion Week 2016. (REUTERS/Alessandro Garofalo)
Lagerfeld adalah inspirasi Jandeau dalam merancang koleksinya. Obrolan beberapa tahun lalu pun terwujud tahun ini. Ia berkata Lagerfeld mampu menggambarkan apa yang diimajinasikan.

"Kami berada di pesawat dan dia bisa menggambar sesuatu yang ia lihat dalam pikirannya. Dia bangun saat malam untuk menggambar. Dia adalah inspirasi besar buat saya," kata Jandeau.

Beruntung ia memiliki tim yang membantunya menyelesaikan koleksi dan membantu dia menterjemahkan apa yang diinginkan Lagerfeld. Secara keseluruhan, mengutip Vogue, koleksi ini memiliki kesan sporty seperti apa yang disukai Jandeau.

Menurutnya, Lagerfeld lebih dari seorang sahabat. Dia bisa jadi ayah dan bos sekaligus. Bahkan ia merasakan Lagerfeld merupakan mentor yang baik dalam hal desain.

"Satu hal yang saya pelajari dari Karl adalah bahwa kamu harus melakukan sesuatu yang berbeda setiap waktu. Saya tidak ingin tinggal di sana ketika saya tidak bagus," katanya.

(els/stu)