Bunglon Mode 'Couture' Karl Lagerfeld Genap Berusia 85 Tahun

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 11:48 WIB
Bunglon Mode 'Couture' Karl Lagerfeld Genap Berusia 85 Tahun Selamat ulang tahun Karl Lagerfeld (AFP PHOTO / PATRICK KOVARIK)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanggal 10 September 1933, calon desainer dunia Karl Lagerfeld lahir. Dan kini tanggal 10 September 2018, dia pun genap berusia 85 tahun.

Perjuangan hidupnya selama lebih dari delapan dasawarsa ini berhasil membuatnya menjadi salah satu maestro fesyen dunia. Namanya menjadi salah satu jaminan kemodisan perempuan-perempuan di dunia mode. Dia juga menjadi salah satu otak di balik digilainya Chanel, Fendi, dan Karl Lagerfeld.

Bukan cuma sukses mempercantik dan membuat gaya busana yang ikonik, Lagerfeld juga sukses membuat fashion statement untuk dirinya.



Sosok Lagerfeld memang ikonik dengan rambut putih berkuncir kuda, memakai setelan jas hitam, dan juga kacamata hitam yang selalu menempel di wajahnya. Kehidupan Lagerfeld juga terbilang kontroversial. Dia meledek Adele 'sedikit terlalu gemuk,' dan Pippa Middleton sebagai orang yang seharusnya 'hanya memperlihatkan bagian tubuh belakangnya saja.'

Dia terlihat seperti terobsesi pada kucing peliharaannya Choupette yang dirawat dengan perawatan kelas satu. Bahkan dia sempat berkata ingin menikahi kucingnya jika itu dilegalkan. 

Namun jauh sebelum itu, ia sudah lama menapaki dunia yang membesarkan namanya.

Ia lahir di Hamburg, Jerman dengan nama Karl Otto Lagerfeldt. Agar terdengar lebih komersial, ia memilih menghilangkan 't' pada 'Lagerfeldt'. Karl pindah ke Paris di usia 14 tahun. Usia 17 tahun ia memberanikan diri ikut kompetisi desain. Meski berada di posisi ketiga, kompetisi ini menghantarkannya untuk magang dengan Pierre Balmain.


Setelah puas tiga tahun di sana, di usia 20 tahun (1958), dia pindah dan bekerja di rumah mode Jean Patou. Rancangannya menuai apresiasi buruk media. Ia pun hanya bertahan hingga 1963. Kariernya tak cemerlang. Lagerfeld memutuskan untuk bekerja lepas untuk Fendi bersaudara san French House of Chloe.

Pada sekitar 1980-an ia pun bergabung dengan rumah model Chanel. Industri mode pun mulai melirik Lagerfeld saat Chanel mengeluarkan koleksi sarung tangan yang tidak menutupi jari. Ia dituduh menodai citra label prestisius ini. Tak hanya itu, Lagerfeld pun bereksperimen dengan bahan kulit dan rantai. Desainer seangkatannya, Yves Saint Laurent menolak keras dan berpendapat Chanel 'menakutkan dan sadomasokis'.

Tampaknya 'kontroveresi' memang kata yang layak disematkan pada Lagerfeld. Setahun setelah bergabung dengan Chanel, ia kembali memberikan kejutan dengan koleksi pakaian siap pakai bertajuk 'Karl Lagerfeld', koleksi pakaian olahraga dengan harga terjangkau 'KL' dan koleksi musim semi untuk Fendi. Tak pelak kritikan mengalir deras tetapi ia membalasnya pada 1987 lewat penghargaan Golden Thimble Perancis untuk koleksi haute couture Chanel. Dia pun dikenal sebagai sang raja couture.

Meski telah bekerja untuk Chanel dan Fendi, pada 1992 ia ditarik kembali oleh House of Chloe. Ia pun menggambarkan dirinya sebagai 'fashion chameleon' alias bunglon mode.

"Ketika saya bekerja untuk Fendi, saya adalah orang yang berbeda dari ketika bekerja untuk Chanel, Karl Lagerfeld, atau KL. Seperti menjadi empat orang dalam satu tubuh. Mungkin saya tidak memiliki kepribadian sama sekali, atau mungkin saya memiliki kepribadian lebih dari satu," kata Lagerfeld dikutip dari MSN.

Lagerfeld memang tak lagi berusia muda. Usia 85 tampaknya masuk akal jika dirinya ingin pensiun. Namun ia seolah masih ingin 'eksis' lewat kolaborasinya bersama label Puma. Dikutip dari Ten Daily, ia akan mengeluarkan koleksi kapsul yang akan dirilis pada 19 Oktober mendatang. Koleksi menandai ulang tahun Puma yang ke 50.

show ChanelFoto: REUTERS/Pascal Rossignol
show Chanel

Selama masa kepemimpinannya, desainer yang masih pro dengan penggunaan bulu binatang ini pun tak pernah kehabisan ide kreatif. Khususnya ketika merujuk pada konsep fashion shownya. Faktanya, ide dan konsep show Chanel menjadi salah satu gelaran yang paling ditunggu. "Konsep show apa lagi yang bakal dibuat Lagerfeld?" itu pikiran para pecinta label eponimnya. 

Beberapa show lalu, Lagerfeld memboyong suasana pesawat, bandara, hutan di tengah kota, restoran, sampai air terjun yang indah. Lagerfeld memang perfeksionis. 


(chs)