Kemenpar Branding Bus Double Decker di Australia

Kemenpar, CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 17:55 WIB
Kemenpar Branding Bus Double Decker di Australia Setelah Inggris, kini Australia menjadi sasaran promo wisata Indonesia oleh Kemenpar di luar negeri, dengan pemasangan stiker destinasi wisata di bus double decker. (Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Promosi Wonderful Indonesia terus dilakukan, kini Australia menjadi targetnya. Salah satu bentuknya, yakni dengan mem-branding bus double decker jurusan City-Mona Vale Sydney yang dipasangi stiker sejumlah destinasi pupoler Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwiasata Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan bahwa cara tersebut efektif karena Wonderful Indonesia yang dipasang akan dilihat secara langsung oleh para penumpang.

"Ini bukan yang pertama kita lakukan. Sebelumnya, stiker Wonderful Indonesia sudah kita kenalkan pada masyarakat London, Inggris. Responsnya cukup baik makanya kita lanjutkan di Sydney," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/11).



Selain di bus double decker, Wonderful Indonesia juga muncul di Digital Billboard Entrance Sydney Domestic Airport. Destinasi yang ditampilkan di sana yaitu Candi Borobudur dan Pink Beach.

Menurut Giri, Sydney dipilih karena menjadi kota terbesar di Australia. Hal tersebut pastinya membuat Wonderful Indonesia menjadi pusat perhatian warga setempat.

"Pemilihan bus double decker sebagai tempat untuk promosi Wonderful Indonesia juga sangat tepat. Karena banyak warga Sydney yang menggunakan transportasi umum ini untuk bepergian. Jadi, Wonderful Indonesia makin dilirik banyak orang," paparnya.


Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan promosi luar negeri menjadi hal penting yang harus ditingkatkan. Menurutnya, hal itu sejalan dengan target kunjungan wisman tahun 2018 sebanyak 17 juta. Pariwisata Indonesia harus diperkenalkan dengan materi promosi yang menarik dan tampilan maksimal.

Selama ini, lanjut Arief, Inggris dan Australia adalah dua negara yang mempunyai potensi besar dalam hal kunjungan wisata. Khusus Uni Eropa, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia sepanjang tahun 2017 mencapai lebih dari 1 juta orang.

"Inggris tercatat sebagai penyumbang wisatawan terbesar, hampir di angka 400 ribu wisman. Karena itu, kita harus lebih gencar menggarap pasar Inggris melalui berbagai promosi wisata, termasuk Australia," terangnya.

Adapun strategi lain yang dijalankan Kemenpar untuk menarik Wisman, yaitu dengan membentuk Generasi Wonderful Indonesia (GenWI). Dari sini, Arief mengajak para diaspora untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional.

"Hadirnya GenWI Internasional memudahkan koordinasi di seluruh penjuru dunia, dimana para diaspora, mahasiswa dan pelajar Indonesia berada. GenWI bisa ikut memviralkan destinasi wisata, calender of events pariwisata, dan kebijakan deregulasi di pariwisata," pungkas menteri asal Banyuwangi itu.




(mle/egp)