Sungai Gulamo, 'Green Canyon' Kebanggaan Riau

ANTARA, CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 20:03 WIB
Sungai Gulamo, 'Green Canyon' Kebanggaan Riau Ilustrasi sungai, (LifeofPix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sungai Gulamo di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, disebut sebagai Green Canyon-nya Riau.

Objek wisata alam ini memang berpemandangan indah, dikelilingi hutan, dilewati hutan dan dibingkai oleh air terjun serta tebing yang menjulang.

Safri pemilik sampan yang biasa ditumpangi turis untuk berkeliling di Sungai Gulamo mengatakan kalau tarif naik alat transportasinya seharga Rp500 ribu, pulang pergi, seharian.


Sampan yang disewakannya berkapasitas delapan orang penumpang. Fasilitasnya sudah dilengkapi oleh baju pelumpang.

Dalam sehari Safri bisa mengantar sampan sebanyak 10 kali.

"Pengunjung makin padat saat libur nasional, Idul Fitri dan tahun baru, hingga pendapatan diperoleh bisa mencapai jutaan rupiah/hari," kata Safri yang sehari-hari juga bekerja sebagai peladang, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (21/11).

Dari Kota Pekanbaru lokasi Sungai Gulamo bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor sejauh 2 sampai 2,5 jam.

Perjalanan lalu sampai ke Danau PLTA Koto Panjang lalu disambung naik sampan sampai Sungai Gulamo.

Batang pohon menjadi pemandangan utama saat sampan melewati danau, karena dulunya batang-batang pepohonan itu sengaja ditenggelamkan untuk membangun bendungan.

Perlahan tapi pasti saat memasuki Sungai Gulamo, air sungai mulai berubah warna menjadi hijau terang. Udara pun berganti lebih sejuk.

Selain hutan dan tebing, ada dua air terjun yang menghiasi Sungai Gulamo. Semakin ke ujung pengunjung juga bakal menjumpai batu-batu besar yang indah.

[Gambas:Instagram]

Air sungai yang semakin jernih membuat pengunjung dapat melihat pasir-pasir putih yang ada di dasar sungai. Bagi yang ingin berenang silakan menceburkan diri.

Sungai Gulamo menjadi ikon wisata Riau selain Ulu Kasok yang disebut sebagai Raja Ampat-nya Riau.

Saat ini Pemerintah Provinsi Riau memang sedang mempromosikan kawasannya sebagai destinasi wisata, sehingga masyarakat sekitar bisa menghidupi dirinya selain dari minyak bumi dan ladang sawit yang mengganggu keseimbangan lingkungan.

Tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, Sungai Gulamo dan Ulu Kasok juga menjadi lokasi penelitian, salah satunya yang sering dilakukan oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Bahkan IAGI Riau berencana menjadikan dua kawasan ini sebagai Taman Geo Wisata Riau.

Perwakilan IAGI Riau, Irdaz, menyebutkan, timnya sudah mengunjungi dua tempat wisata alam yang disebutnya masih memiliki keindahan dan kelestarian bak perawan.

"Tim IAGI juga akan memberikan edukasi kepada para pengunjung mengenai asal muasal dan penyebab geologis pada dua tempat wisata tersebut. Tim ahli geologi dari mahasiswa UIR dan IAGI Riau juga sering melakukan penelitian di dua lokasi tersebut," katanya.

(ard)