NYALANG: Terperosok di Lubang Hitam Kebahagiaan

Reuters & AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 24/11/2018 11:02 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam foto-foto unik pilihan CNNIndonesia.com pekan ini, ada cerita dari para pengungsi, festival musim dingin, dan ibu yang berharap anugerah Dewa Matahari.

Seorang penduduk Nicaragua memprotes Presiden Daniel Ortega saat digelar Pertemuan Ibero-American XXVI di Antigua, Guatemala. (REUTERS/Jose Cabezas)
Para imigran --bagian dari ribuan orang dari Amerika Tengah yang tengah berusaha mencapai Amerika Serikat-- sedang mandi di luar perkampungan di Tijuana, Meksiko. (REUTERS/Hannah McKay)
Sosok prajurit Perang Dunia I terlihat sementara bayangan bangunan dan pohon berada di belakang saat digelar festival Winter Wonderland di taman Syon di London Barat, Inggris. (REUTERS/Toby Melville)
Foto para penggemar rugbi yang akan menyaksikan pertandingan Inggris vs Jepang di Stadion Twickenham, Inggris. (REUTERS/Toby Melville)
Seorang perempuan pemeluk agama hindu melangkahi seorang anak untuk meminta anugerah Dewa Matahari untuk sang anak. Ritual ini dilakukan saat perayaan keagaam Chhath Puja di Kolkata, India. (REUTERS/Rupak De Chowdhuri)
Seorang imigran dari Honduras --bagian dari ribuan orang yang coba masuk ke Amerika Serikat dari Amerika Tengah-- memakan makanan yang ia terima di penampungan di Tijuana, Meksiko. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Para pengunjung coba melarikan diri dari ledakan balon udara yang terjadi saat Festival Cahaya Tazaungdaing di Taunggyi, Myanmar. Di festival itu, balon-balon berwarna-warni yang membawa kembang api buatan tangan dilayangkan ke udara. (Photo by Ye Aung Thu / AFP)
Seorang pria pengungsi --bagian dari ribuan orang yang coba masuk ke Amerika Serikat dari Amerika Tengah--terbangun di bawah suatu terpal yang menaungi keluarganya. Ia berada di penampungan pengungsi di Tijuana, Meksiko. (REUTERS/Adrees Latif)
Pada hari yang baru saja dimulai, seorang pria memberi makan burung camar di sungai Yamuna, New Delhi, India. (REUTERS/Anushree Fadnavis)
Seorang pria berjalan di Chang'an, Beijing, sementara di sekitarnya terlihat bayangan-bayangan panjang pembatas jalan. (REUTERS/Thomas Peter)