Penjualan dari kebun-kebun anggur organik, tahun lalu hanya menguasai 3,7 persen dari pasar wine Perancis tahun lalu. Ini berarti hampir 9,3 juta kerat botol terjual dari kebun-kebun tanpa pestisida kimia itu, seperti diungkap kelompok Analisis Minuman IWSR di Inggris.
Angka ini naik dua kali dari penjualan lima tahun lalu yang hanya 4,6 juta kerat botol. Diperkirakan pemintaan akan makin melonjak dan mendorong penjualan menjadi 17,3 juta kasus pada 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan anggur organik "akan segera melampaui satu miliar euro setahun," di Perancis, menurut IWSR, yang telah menganalisis pasar sejak 1973.
Prospek tersebut mencerminkan perhatian masyarakat global terhadap produk organik. dengan 56 juta kasus terjual di seluruh dunia tahun lalu, terutama di Eropa, mewakili pertumbuhan tahunan rata-rata 14,1 persen sejak 2012.
Sebaliknya, penjualan wine Perancis konvensional, kecuali sampanye dan anggur bersoda lainnya, turun menjadi 241 juta kerat tahun lalu dibanding 267 juta pada 2012.
"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa semakin sedikit orang yang minum anggur dua kali sehari, semakin banyak yang tidak minum sama sekali, dan yang lebih signifikan makin banyak orang yang hanya terkadang saja minum," kata kepala riset IWSR Jose Luis Hermoso.
"Tetapi orang-orang minum anggur berkualitas lebih baik," kata Hermoso.
"Kaum muda, milenium, minum anggur lebih jarang tapi dengan kualitas anggur lebih baik daripada orang tua mereka dan anggur organik cocok dengan kategori ini," katanya.
Laporan itu ditugaskan oleh asosiasi anggur organik Perancis, Sudvinbio. (eks)