Destinasi Wisata Populer untuk Backpacking Perdana

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 16:24 WIB
Destinasi Wisata Populer untuk Backpacking Perdana Ilustrasi. (Istockphoto/Stephane Noiret)
Jakarta, CNN Indonesia -- Metode berwisata backpacking sering dijadikan pilihan bagi pelancong dengan anggaran wisata terbatas.

Bermodalkan tas punggung, bekal secukupnya dan keberanian berpetualang, turis dapat menikmati wisata dengan biaya lebih murah di dalam negeri sampai keluar negeri.

Indonesia memiliki banyak destinasi menarik bagi turis yang ingin mencicipi pengalaman backpacking.


Bali dan Yogyakarta merupakan destinasi yang ramai dikunjungi backpacker, karena dua kawasan itu menawarkan layanan dan fasilitas wisata yang lengkap dan berharga terjangkau.

Sebelum memesan tiket dan akomodasi, cari tahu dulu karakter diri versus destinasi wisata yang bakal didatangi untuk backpacking, karena jika tak ingin mengeluarkan banyak uang maka kenyamanan harus sedikit dikorbankan.

Rasa tenggang rasa dan membuka diri juga patut ditunjukkan, karena kita bakal bertemu dengan backpacker dari penjuru dunia sekaligus keberagaman karakternya.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini ialah destinasi wisata yang patut dicoba untuk backpacing pertama kali:

1. Thailand

Thailand bisa dibilang surganya para backpacker, karena negara ini menawarkan beragam kegiatan wisata dengan biaya yang ramah di kantong.

Bagi yang baru pertama kali backpacking, bermalam di hostel yang berada di kawasan ramai bisa menjadi awalan untuk bertemu banyak teman baru.

Selain Bangkok, kawasan yang juga ramai backpacker di sini ialah Koh Phangan, Ayutthaya dan Chiang Mai.

Turis ramai berdatangan saat musim panas yakni antara Oktober dan Februari.

Namun biaya berwisata ke sini bakal lebih murah di musim sepi turis alias musim hujan yakni antara Maret dan September.

[Gambas:Instagram]

2. Kamboja

Sama seperti Thailand, Kamboja juga merupakan surganya para backpacker.

Bedanya fasilitas umum di sini bisa dibilang kurang mumpuni dibanding Thailand, sehingga turis perlu memanjangkan kesabarannya.

Siem Reap merupakan kawasan yang paling ramai backpacker, terutama yang ingin kongko murah di Pub Street-nya.

Musim ramai turis di Kamboja berlangsung antara November dan Maret.

Sementara itu bulan murah untuk datang ke sini antara Mei dan Oktober.

3. Nepal

Turis pecinta alam yang ingin melakukan backpacking perdana bisa mengunjungi Nepal, negara yang dibingkai oleh Pegunungan Himalaya.

Bagi yang enggan mendaki, menjelajah Kathmandu juga bisa menjadi kegiatan wisata menarik.

Di Kathmandu juga banyak tempat penginapan dan tempat makan yang berharga miring.

Musim ramai turis dan terbilang mahal ialah saat musim panas yang merupakan musim pendakian, yakni antara Juni dan Juli.

Sedangkan bulan murah dan lumayan sepi turis berlangsung pada Februari.

4. India

Bagi turis yang mampu mengesampingkan kenyamanan, India merupakan destinasi yang tepat untuk backpacking.

Jangan berlama-lama di kamar, karena ada banyak area yang menarik untuk dijelajahi di sini.

Rajasthan, Delhi, Agra dan Goa merupakan area yang wajib didatangi.

Bagi yang punya masalah dengan pencernaan ingatkan diri untuk tidak menyantap jajanan kaki lima sembarangan.

India ramai dikunjungi turis saat musim sejuk, tidak panas juga tidak hujan, yakni antara November sampai Maret.

Selebihnya negara ini bakal lebih sepi turis dan murah.

Destinasi Wisata Populer untuk 'Backpacking' PerdanaKota Pink di Rajasthan. (Istockphoto/Byelikova_Oksana)

5. Australia

Bagi turis yang ingin "menyicipi" backpacking di luar Asia secara perdana, Australia merupakan negara yang tepat untuk dikunjungi.

Layanan dan fasilitas umum di Negara Kanguru terbilang mumpuni.

Sydney, Yamba, Melbourne, Adelaide, Byron Bay, Fremantle, Darwin, Airlie Beach, Surfers Paradise dan Cairns merupakan area yang ramai dikunjungi backpackers.

Keramahan dan keamanan di negara ini juga patut diacungi jempol.

Bulan Desember sampai Januari merupakan musim ramai turis dan bulan termahal untuk datang ke sini.

Bagi yang ingin berwisata lebih murah di tengah musim yang lebih sejuk, datanglah saat Maret sampai Juni.

[Gambas:Instagram]

6. Hungaria

Nama kota Budapest di Hungaria semakin populer di kalangan backpacker. Pasalnya kota ini menawarkan biaya berwisata paling murah di Eropa.

Selain pesta, jangan lupa juga untuk mengunjungi objek wisata bersejarah dan alam di sini seperti Gedung Parlemen, Hősök, Danau Balaton dan Mata Air Panas Széchenyi.

Hungaria bisa dikunjungi sepanjang tahun. Namun banyak turis yang memilih datang saat Mei, Juni dan September karena cuacanya lebih sejuk.

Di bulan-bulan tersebut harga akomodasi bakal lebih mahal dari biasanya.

7. Turki

Berada di perbatasan Asia dan Eropa, Turki merupakan negara yang multikultur.

Ada banyak tempat yang menawarkan layanan dan fasilitas mewah, tapi tak sedikit juga tempat untuk dinikmati backpacker di sini.

Istanbul, Eskisehir, Cappadocia, Antalya, Ephesus, Denizli, Ankara, Bodrum dan Fethiye merupakan kawasan yang wajib didatangi.

Musim semi menjadi musim incaran turis untuk datang, yakni pada Maret sampai Juni.

Bagi yang ingin berhemat bisa datang di luar bulan tersebut.

[Gambas:Instagram]

8. Maroko

Ada banyak cara untuk menghemat pengeluaran selama backpacking di Maroko, salah satunya ialah jajan di kaki lima atau pasar tradisional.

Sebelum naik angkutan umum, pastikan dulu menyepakati harganya.

Untuk penginapan, banyak backpacker yang memilih bermalam di kawasan Marrakesh.

Musim semi (Maret sampai Mei) dan musim gugur (September sampai Oktober) merupakan musim paling ramai turis, karena cuacanya disebut paling terbaik.

Selebihnya merupakan bulan sepi turis, namun cuaca bakal lebih gerah.

9. Peru

Menjadi rumah bagi salah satu objek wisata terpopuler di dunia yakni Machu Picchu, Peru dinobatkan sebagai destinasi paling diminati di Amerika Selatan.

Selain Machu Picchu, atraksi lain seperti Chan Chan, Taman Nasional Huascaran dan Danau Titicaca juga tak kalah menarik untuk diintip.

Sebelum berkunjung, baiknya pelajari sedikit Bahasa Spanyol sehingga tak mudah tersesat di jalan.

Musim turis di Peru tergantung dengan objek wisata yang ingin didatangi.

Kota pesisir, seperti Lima, ramai didatangi saat musim panas (Desember sampai Maret).

Sementara Machu Picchu dan sekitarnya ramai didatangi pada Mei sampai September.

[Gambas:Instagram]

(fey/ard)