Migrasi Burung di TN Berbak dan Sembilang

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 14:05 WIB
Migrasi Burung di TN Berbak dan Sembilang Migrasi burung di kawasan TN Berbak dan Sembilang. (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Burung migran merupakan burung air yang berasal dari daratan Asia Timur (Siberia) yang melakukan migrasi secara periodik seiring dengan kondisi cuaca yang mengalami musim dingin di tempat asalnya yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan makanan.

Jalur migrasi burung migran meliputi jalur asia timur-australasia, melalui 22 negara yang tergabung secara sukarela menjadi East Asian-Australian Flyway yang terbentuk pada tahun 2006.

Salah satu lokasi tempat singgah sementara yang menjadi jalur migrasi dari burung migran sebelum menuju ke daratan Australia berada di dalam Kawasan Taman Nasional Sembilang tepatnya di Semenanjung Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.



Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Palembang, Afan Absori, mengatakan Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang melakukan kegiatan berupa monitoring satwa tersebut pada setiap musim migrasi.

Mengutip situs resmi Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang, kegiatan monitoring burung migran ini dilaksanakan selama 10 hari, mulai tanggal 15-24 November 2018.

Kegiatan monitoring tersebut meliputi penghitungan jumlah burung tiap jenisnya melalui pengamatan langsung menggunakan peralatan seperti teropong, binocular, serta kamera yang berspesifikasi tinggi.

"Untuk penghitungan ada dua cara secara akurat yaitu dengan secara cepat dengan menghitung satu-satu individu maupun kelipatan, dan secara perkiraan dengan menggunakan metoda blok (block method), lingkaran bergaris, dan lingkaran tidak bergaris," ujar seorang Polisi Hutan, Deni Mulyana.



"Penentuan jenis serta jumlah tiap jenis pada kumpulan besar dapat diketahui dari penggunaan teropong, binocular atau evaluasi dari gambar hasil pemotretan".

Selain pengamatan jumlah serta jenis burung migran, juga dilakukan pencarian terhadap burung yang sudah diberikan tanda pada kakinya berupa bendera dengan warna tertentu.

Warna dari bendera menjadi identitas dimana burung migran diberikan penanda sehingga dapat diidentifikasi dari mana penandaan pada burung tersebut berasal.

(agr/agr)