Kemenpar Perkuat Konektivitas Bandara Kualanamu-Silangit

Kemenpar, CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 20:09 WIB
Kemenpar Perkuat Konektivitas Bandara Kualanamu-Silangit Ilustrasi wisata di Sumatera Utara. (Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai kunci pariwisata, konektivitas antara Bandara Kualanamu dan Bandara Silangit yang menjadi akses udara utama ke Sumatera Utara dan Danau Toba terus diperkuat.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Pariwisata, Judi Rifajantoro, mengatakan penguatan konektivitas bertujuan untuk membangun akses konektivitas itu sendiri, baik dari maupun menuju Sumatera Utara. Aksesnya meliputi 3A, yaitu Airlines, Airports, dan Authority.

"Selanjutnya untuk mengetahui aktivitas apa saja yang telah dilakukan pemda dan stakeholder dalam mendukung semua rute internasional dari atau ke Sumatera Utara. Lalu untuk meningkatkan kualitas, keamanan, serta kenyamanan pada Bandara Internasional Kualanamu dan Silangit," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (3/12).



Kementerian Pariwisata menggelar Forum Group Discution (FGD) Pemanfaatan dan Pengembangan Bandara Internasional Kualanamu dan Silangit di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis lalu.

FGD ini membahas beberapa hal penting seperti Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyorot kondisi Ajibata Tomok sebagai tempat puncak kemacetan untuk intra moda transportasi darat. Selain itu, masalah mahalnya biaya sewa kendaraan atau transportasi dari Bandara Silangit ke Parapat turut dibahas.

Kerja Sama 

Menjawab masalah tersebut, BPODT telah menyiapkan kerja sama dengan Damri untuk Blue Line, Purple Line, Greenline, dan Yellow Line. Sementara transportasi Kualanamu DTB akan ditenderkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara.

"Di sisi lain, harus diakui bahwa beroperasinya Kapal Motor Sinar Bangun memiliki dampak positif pada pasar regional terdekat yaitu, Medan dan Jawa. Namun harga tiket menjadi masalah karena terhitung mahal. Karena itu, diperlukan intervensi pemerintah soal kebijakan tarif ," jelasnya.

Sementara itu, pihak PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Kualanamu siap menjadikan bandara tersebut sebagai smart airport yang kini lalu-lintasnya mencapai 10 juta penumpang atau melebihi kapasitas.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Udara Robert D. Waloni turut memberikan saran. Menurutnya, sudah saatnya key performance indicator berubah menjadi key performance collaboration.

Dengan itu, semua pihak dapat berkolaborasi agar seluruh pemangku kepentingan aksesibilitas di Sumatera Utara mempunyai satu grup komunikasi sebagai wadah untuk berdiskusi lebih mendalam.


Pada kesempatan yang berbeda, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan Sumatera Utara telah memiliki 100 destinasi prioritas yang disiapkan dari 33 kabupaten/kota yang ada. Maka segala kebutuhan penunjang harus dilengkapi dan diperbaiki demi mendongkrak kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun manca negara.


(egp/stu)