Aksi Rusuh Rompi Kuning Jadi Alasan Turis Batal ke Paris

REUTERS, CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 08:03 WIB
Aksi Rusuh Rompi Kuning Jadi Alasan Turis Batal ke Paris Kawanan rompi kuning yang menggelar aksi demo di Champs-Elysees, Paris, Prancis. (FRANCOIS GUILLOT / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi demo kenaikan harga yang berujung kerusuhan pada Sabtu (1/12) di Paris tercatat merugikan sejumlah hotel yang berada di kawasan Champs-Elysees sebesar US$ 11,4 juta (sekitar Rp163 miliar), seperti yang dikatakan perusahaan riset MKG.

Demonstran telah menyerukan bakal menggelar aksi serupa pada Sabtu (8/12). Jika benar terjadi, maka kerugian tersebut bakal terus bertambah.

MKG mengatakan pada hari Kamis (29/11) bahwa kerugian hotel sebagian besar berasal dari pembatalan pemesanan yang dilakukan tamu.


Selama lebih dari satu minggu, pengunjuk rasa rompi kuning telah memblokir jalan-jalan di Prancis dan menghalangi akses ke beberapa pusat pengisian bahan bakar, pusat perbelanjaan dan pabrik, sebagai protes terhadap kenaikan pajak bahan bakar yang disebut mengikis daya beli mereka.

"Gambar-gambar yang menunjukkan adegan kerusuhan di jalan paling indah di dunia dan disiarkan di seluruh dunia membuat banyak turis yang berencana datang ke Paris pada bulan Desember membatalkan perjalanan mereka," kata MKG.

"Sebagian besar hotel mencatat pembatalan untuk setidaknya satu hari pada bulan Desember, atau kekurangan pendapatan hingga 20 persen," tambahnya.

Sebagian besar pembatalan berupa pemesanan untuk akhir pekan dan pemesanan untuk libur Tahun Baru di Paris.

Secara terpisah, serikat GNI--yang mewakili industri hotel, kafe dan restoran, memperkirakan bahwa pendapatan sektor mereka turun 40-50 persen pada akhir pekan lalu, jika dibandingkan dengan pendapatan tahun ke tahun selama ini.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan pada awal pekan ini bahwa protes akan memiliki "dampak yang parah" terhadap ekonomi, meskipun terlalu dini untuk mengukur dampaknya.

MKG mengatakan sebelum kerusuhan Champs-Elysees, para pelaku bisnis perhotelan di kawasan Paris telah melihat tingkat hunian kembali naik dan bahkan melebihi tingkat kenaikan pada tahun 2014.

Jumlah turis menurun setelah serangan teroris di Prancis pada tahun 2015 dan 2016 yang menewaskan lebih dari 200 orang, namun sejak itu turis berbondong-bondong kembali.

Industri pariwisata Prancis membuka lapangan pekerjaan bagi 2 juta orang dan higga tahun 2020 pemerintah Prancis menargetkan kedatangan 100 juta turis mancanegara pada tahun 2020.

(ard)