Panduan Musim Terbaik Berwisata di Jepang

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 09:04 WIB
Panduan Musim Terbaik Berwisata di Jepang Rombongan turis saat musim mekar Bunga Sakura di Jepang. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang masih menjadi destinasi wisata favorit turis Indonesia. Sebelum memesan akomodasi dengan harga terlalu mahal, berdesakan dengan jutaan turis atau malah merasakan kota kosong melompong, berikut ini panduan musim yang patut dihindari ketika datang ke Negeri Matahari Terbit, seperti yang dikutip dari Live Japan:

1. Libur akhir tahun (akhir Desember-awal Januari)

Natal tak ramai di Jepang, tapi sebaliknya dengan Tahun Baru.


Saat Tahun Baru sebagian besar penduduk bakal berwisata keluar kota atau keluar negeri, sehingga kota menjadi sepi. Toko-toko juga tutup.

Meski demikian kuil-kuil ramai dikunjungi bagi mereka yang ingin berdoa demi peruntungan lebih baik di tahun baru.

Di masa ini bakal banyak pesta diskon belanja yang digelar.

2. Tahun Baru China (awal sampai pertengahan Februari)

Meskipun sebagian besar penduduk Jepang tidak merayakan Tahun Baru Imlek, namun Jepang bakal diserbu oleh turis dari Hong Kong, Taiwan, dan China yang tengah menikmati masa liburan.

Titik-titik ramai turis seperti Tokyo dan Kyoto akan menjadi lebih ramai.

[Gambas:Instagram]

3. Musim mekar Sakura (tergantung lokasi; Kyoto dan Tokyo pada pertengahan Maret)

Berlangsung mulai pertengahan Maret di beberapa tempat, musim mekar Bunga Sakura adalah salah satu musim paling ramai turis di Jepang.

Jutaan pengunjung dari dalam dan luar negeri bakal memenuho tempat tumbuhnya Pohon Sakura, mulai dari taman, kuil sampai pinggir jalan.

Kyoto dan Tokyo bakal diserbu turis pada musim ini.

[Gambas:Instagram]

4. Golden Week (akhir April-awal Mei)

Golden Week adalah periode satu minggu dengan 5 hari libur nasional, dimulai dengan Showa Day pada 29 April dan diakhiri dengan Children's Day pada 5 Mei.

Banyak perusahaan dan toko tutup karena mengambil jatah cuti bersama selama periode ini.

Meskipun suasana bakal lebih sepi, namun kereta akan lebih ramai. Berdesak-desakan adalah hal yang lumrah dalam musim ini.

5. Musim Hujan Jepang (di beberapa lokasi awal Juni-pertengahan Juli)

Setelah Bunga Sakura bermekaran, musim semi yang ditandai dengan sejuknya angin dan birunya langit datang di Jepang.

Di awal Juni hujan mulai turun kurang lebih selama enam minggu, sehingga menyebabkan udara menjadi lebih lembab.

Rintik hujan juga bakal datang mendadak, sehingga wajib memeriksa ramalan cuaca sebelum merencanakan kegiatan wisata.

6. Silver Week (pertengahan September)

Periode liburan ini membutuhkan penjelasan agak mendalam, karena tidak terjadi setiap tahun.

Jepang memiliki dua hari libur di bulan September: Respect for the Aged Day (yang diadakan pada hari Senin ketiga bulan September) dan Autumnal Equinox Day (sekitar 23 September).

Pada tahun-tahun tertentu, tanggal-tanggal ini dapat terjadi bersamaan dan menciptakan cuti bersama selama 5 hari.

Ketika ini terjadi, fenomena ini dijuluki Silver Week. Suasananya kurang lebih sama dengan Golden Week.

Silver Week selanjutnya akan terjadi pada 2026, 2032, 2037, dan 2043.

7. Musim gugur (tergantung lokasi; September di Hokkaido, Desember di Kumamoto)

Musim gugur memberi pemandangan dan suasana yang lebih romantis di Jepang.

Sama seperti musim mekar Sakura, di musim ini turis banyak berdatangan ke kawasan yang pepohonannya sedang berganti warna.

Kawasan asri seperti Hokkaido, Kumamoto, Kyoto, Nara, dan Nikko diserbu turis saat musim ini.

[Gambas:Instagram]

(agr/ard)