Rumah Adalah Tempat Paling Berbahaya bagi Perempuan

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 10:11 WIB
Rumah Adalah Tempat Paling Berbahaya bagi Perempuan Ilustrasi (Istockphoto/lolostock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kekerasan terhadap perempuan bisa terjadi di mana saja. Dari banyak tempat itu, rumah ternyata merupakan tempat yang paling berbahaya bagi perempuan.

Berdasarkan studi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), rumah merupakan tempat yang paling berbahaya bagi perempuan karena banyak kejahatan dilakukan di rumah dan oleh anggota keluarga.

Data terkait pembunuhan pada perempuan dari organisasi PBB untuk narkoba dan kejahatan (UNODC) menunjukkan terdapat sekitar 87 ribu perempuan yang dibunuh tahun lalu. Sekitar 50 ribu atau setara 58 persen dibunuh oleh pasangan atau anggota keluarga.



Lebih dari sepertiga perempuan itu sengaja dibunuh oleh pasangannya atau mantan pasangannya. Laporan itu juga menyebut rata-rata setiap harinya terdapat 137 perempuan yang dibunuh oleh anggota keluarganya.

Secara global, kawasan Asia menempati posisi tertinggi jumlah angka pembunuhan perempuan oleh anggota keluarga mencapai 20 ribu jiwa pada tahun lalu. Diikuti Africa dengan 19 ribu dan Amerika 8 ribu perempuan. Terendah adalah Eropa dengan 3 ribu jiwa dan Oseania 300 orang.

Jika dibandingkan dengan jumlah populasi, risiko tertinggi ada di Afrika dengan 3,1 korban per 100 ribu penduduk perempuan. Disusul Amerika dan Asia berturut-turut dengan 1,6 dan 0,9 korban per 100 ribu penduduk perempuan.

Ironinya, laporan ini menyatakan, meski banyak negara mengambil langkah penting mencegah kekerasan pada perempuan, tak ada tanda-tanda kekerasan dan pembunuhan pada perempuan akan menunjukkan penurunan di seluruh dunia.


Dikutip dari CNN, studi ini baru saja dipublikasikan bertepatan dengan Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan pada 25 November lalu.

Tren yang sama juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan Catatan Tahunan 2018 dari Komnas Perempuan, kekerasan terhadap perempuan paling tinggi terjadi di ranah privat/personal yang berarti pelaku memiliki hubungan darah, kekerabatan, perkawinan, maupun relasi intim seperti pacar.

Berdasarkan kasus dari lembaga mitra layanan pengaduan kekerasan di ranah privat mencapai 71 persen dari seluruh kasus kekerasan pada perempuan yang berjumlah 13.384. Data Pengadilan Agama juga menunjukkan terdapat 335.062 perceraian karena kekerasan terhadap istri. (ptj/asr)