Melihat Tanda Kelainan pada Usus Lewat Buang Air Besar

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 14:31 WIB
Melihat Tanda Kelainan pada Usus Lewat Buang Air Besar Ilustrasi usus besar (CNN Indonesia/Anggit Gita Parikesit)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kotoran yang keluar dari tubuh bisa jadi pertanda kondisi gangguan kesehatan. Seperti feses atau buang air besar (BAB) tak biasa yang menjadi tanda adanya kelainan pada usus besar.

Ahli penyakit dalam, dr Ari Fachrial Syam, menjelaskan bahwa BAB dapat mencerminkan kondisi kesehatan usus besar. Pasalnya, setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh pasti akan diproses melalui usus besar sebelum dibuang menjadi feses.

Jika feses yang dihasilkan dalam BAB berbentuk tak wajar, Anda patut curiga pada kesehatan usus besar.



"Usus besar merupakan tempat kotoran disimpan sebelum dibuang melalui BAB. Kalau ada kelainan pada BAB kemungkinan ada kelainan pada usus besar," kata Ari saat peluncuran aplikasi Apa Kata Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta, Kamis (6/12).

Menurut Ari, feses yang baik berbentuk seperti pisang dengan tekstur yang lebih lembut dan berwarna kecokelatan. Kotoran itu dikeluarkan dengan normal tanpa perlu mengejan.

BAB yang normal dikeluarkan sekali sehari atau sekali dalam dua hari. Lebih atau kurang dari itu pertanda tidak normal. "Mengeluarkannya tidak pakai ngeden, seminggu sekali juga tidak normal," ujar Dekan FKUI ini.

Tanda-tanda feses tidak normal, kata Ari, meliputi menceret atau terlalu keras, mengejan dengan susah payah, berbentuk seperti kotoran kambing, berwarna hitam, atau berdarah.


"Ini sebenarnya salah satu tanda atau alarm yang sudah diberikan oleh tubuh, segera periksakan ke dokter," ucap Ari.

Ari menyebut, setiap orang mesti memperhatikan kondisi feses setiap hari. Jika dibiarkan, kotoran di dalam usus besar itu dapat berujung menjadi kanker.

BAB berdarah, misalnya, sembilan persen kemungkinan merupakan kanker usus besar. Kanker usus besar merupakan kanker ketiga yang paling banyak diderita di seluruh dunia, setelah kanker paru dan payudara.

Untuk memperlancar BAB, Ari menyarankan untuk banyak mengonsumsi serat yang didapat dari sayur dan buah-buahan. Konsumsi probiotik yang bisa didapat dari yogurt juga dapat membantu memperlancar BAB.

Pencernaan yang baik juga didapat melalui gaya hidup sehat dengan mengurangi konsumsi daging merah, cukup konsumsi air putih, dan berolahraga teratur. (ptj/asr)