Tsunami Tinggalkan Luka bagi Wisata Donggala

ANTARA, CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 05:21 WIB
Tsunami Tinggalkan Luka bagi Wisata Donggala Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hingga saat ini, belum ada langkah pembenahan secara maksimal yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Donggala

Sejumlah objek wisata bahari di Donggala, Sulawesi Tengah, rusak karena terdampak gempa dan tsunami pada 28 September 2018 lalu.

Objek wisata pantai yang berada di bagian Barat Donggala atau Pantai Barat kabupaten itu, sebagian besar rusak dihantam gempa dan tsunami pada Jumat petang itu.


Hingga saat ini, belum ada langkah pembenahan secara maksimal yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Donggala untuk memulihkan kembali objek-objek wisata itu.



Donggala menjadi salah satu daerah potensial wisata yang ada di Sulawesi Tengah. Sebelum bencana, objek-objek wisata di Donggala menjadi tujuan wisata pada akhir pekan.

Bahkan, Bupati Donggala Kasman Lassa pada periode pertamanya mencanangkan Donggala sebagai kota wisata untuk pengembangan dan pembangunan daerah itu.

Saat itu, Kasman Lassa mengatakan bahwa pencanangan Donggala Kota Wisata sekaligus memaksimalkan pengelolaan dan peningkatan 48 objek wisata potensial yang ada di daerah tersebut.

Kini, Donggala terdampak tsunami. Dalam catatan Pemkab Donggala terdapat 104 desa, 9 kelurahan di 11 kecamatan terdampak bencana gempa, tsunami, longsor, dan lumpur.

Bencana itu mengakibatkan 36.343 jiwa hingga saat ini masih berada di tenda-tenda di lokasi pengungsian.

Setelah bencana yang melululantahkan Donggala, Kasman Lassa mengusulkan agar Kapal Sabuk Nusantara yang terdampar di daratan Desa Wani I Kecamatan Tanantovea akibat tsunami, dijadikan objek wisata.



"Saya sampaikan kepada Presiden dan Wakil Presiden bahwa kiranya Kapal Sabuk Nusantara yang kini 'berlabuh' di darat, bukan lagi di laut agar menjadi objek wisata bagi Donggala," ucap Bupati Kasman Lassa.

Kasman menyatakan saat mendampingi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla meninjau wilayah terdampak tsunami di Donggala termasuk di Desa Wani I, menyampaikan agar Kapal Sabuk Nusantara jangan lagi diturunkan ke laut.

"Saya sampaikan, Kapal Sabuk Nusantara tidak usah lagi diturunkan ke laut," katanya.

Ia mengatakan bahwa permintaan itu berdasarkan usulan atau keinginan masyarakat Desa Wani bahwa Kapal Sabuk Nusantara yang terlanjur berlabuh di darat pascatsunami, tidak usah lagi diturunkan ke laut, karena bisa menjadi objek wisata untuk daerah. (agr)