Dorong Pariwisata Danau Toba Lewat Unsur Penta-Helix

Kemenpar & , CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 18:47 WIB
Dorong Pariwisata Danau Toba Lewat Unsur Penta-Helix Ilustrasi Danau Toba. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beragam cara dilakukan agar destinasi wisata Danau Toba bisa populer di kalangan wisatawan lokal, salah satunya lewat menggandeng unsur penta-helix.

Menteri Pariwisata Arief Yahya kerap menyebutnya sebagai pemasaran zaman now yang terdiri dari unsur akademisi, bisnis, pemerintahan, hingga media.

"Ini sangat bagus. Pentahelix kompak menjual Danau Toba. Melalui sinergi Indonesia Incorporated maka kita akan mampu menciptakan 3S-3B, yaitu Size getting bigger, Scope getting broader, dan Skill getting better. Jadi, melalui Indonesia Incorporated kita akan Bigger-Broader-Better together," ucap Arief dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/12/2018).



Hal itu dilakukan lewat talkshow di salah satu televisi daerah di Makassar yang membahas soal destinasi pariwisata Danau Toba. Alasan mempromosikan destinasi wisata di Sumatera Utara ini pun diungkapkan oleh Kasubid Pemasaran I Regional I Alfin Merancia.

"Alasannya ada tiga. Pertama, Toba masuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Nomor duanya, Danau Toba masuk ke dalam area '10 Bali baru'. Poin berikutnya, Danau Toba masuk ke dalam destinasi super prioritas," katanya.

Dari skala prioritas, Danau Toba berada di posisi teratas. Di posisi kedua ada Candi Borobudur di Jawa Tengah, diikuti Mandalika di Lombok dan Labuan Bajo di NTT yang menjadi destinasi prioritas keempat.

Sejumlah sarana infrastruktur pun dikatakan telah menunjang Danau Toba seperti jalan Toldan-Kuala Namu (KNO)-Tebing dengan waktu tempuh menjadi 3 jam dari sebelumnya 5 jam.

Kemudian ada bandara di Silangit yang telah diperluas. Landasan pacu yang semula berukuran 2.650 meter dibuat menjadi 3.000 meter. Selain itu, Bandara di Silangit juga dipersiapkan menjadi Smart Airport yang dilengkapi dengan Vending Machine Taxi, Digital Information Bus, Live Smart Baggage, Digital Toilet Survey, dan lainnya.


Danau Toba juga telah memiliki fasilitas penginapan mulai dari homestay, hotel melati sampai bintang 4. Sejumlah spot menarik di Danau Toba juga akan dibalut dengan nomadic tourism. Nantinya, akan ada karavan, glamping (glamorous camping), dan homepod di sana.

"Indonesia bukan hanya Bali saja kok. Masih ada Danau Toba yang menyimpan sejuta pesona. Yang belum punya planning liburan akhir tahun nanti, ayo ke Toba. Silakan eksplore nature, culture dan kulinernya yang oke punya," ajak Alfin.

Sementara itu menurut Sekretaris Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan Nuryadin, potensi Danau Toba akan lebih besar kalau ada sinergi dengan destinasi wisata di Sulawesi Selatan.

"Toraja di Sulsel dan Batak di sekitaran Toba itu punya banyak kemiripan. Pakaian Adatnya mirip. Rumah adat dan tariannya juga mirip. Sampai warna merah dan hitam yang dominan ada di desain rumah adat pun mirip. Peluang pasarnya sangat besar bila Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara mau bersanding. Saya akan ajak industri Sulawesi Selatan untuk bertemu dengan industri Sumatera Utara di Misi Penjualan Destinasi Wisata Prioritas Danau Toba. Semua akan saya ajak bersinergi di Atrium Trans Studio Mall, 7-9 Desember 2018," ucapnya.

Promosi Danau Toba pun akan didukung oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) lewat media sosial agar lebih menyasar pada kalangan milenial.

"Kebetulan kami juga punya GenPI Poltekpar. Mereka adalah komunitas netizen yang suka Pariwisata. Suka memviralkan setiap kegiatan lewat Instagram, Twitter atau Facebook dan media sosial lainnya dengan konten- konten pariwisata yang seru abis. Kalau dikerahkan mendukung acara ini, pasti akan sangat connect karena mereka bisa sekalian belajar cara mengelola event, memasak, sampai memasarkan paket wisata," ucap Direktur Poltekpar Makassar Muhammad Arifin. (mle/mle)