Kemenpar Garap Potensi Destinasi Digital di Perbatasan

Kemenpar, CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 17:36 WIB
Kemenpar Garap Potensi Destinasi Digital di Perbatasan Ilustrasi. Wisata Kepulauan Riau. (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin serius menggarap potensi perbatasan atau cross-border dengan menggelar Seminar Destinasi Digital Crossborder di Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada 6-8 Desember 2018 di Grand I Hotel Nagoya Batam.

Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Nasional Mansyur Ebo pun mengatakan Kemenpar akan melibatkan GenPI di cross-border sebagai peserta. 

"GenPI akan selalu mendukung tiap kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata, termasuk di cross-border. Terlebih, acara ini bertujuan untuk memberikan strategi pemasaran destinasi digital agar dapat meningkatkan target kunjungan 20 juta wisatawan ke Indonesia pada 2019 nanti," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat(7/12).


Sesi materi diisi langsung oleh staf Kemenpar seperti Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Teknologi Informasi Samsriyono. Ia berbagi materi tentang strategi promosi pariwisata daerah cross-border. Menurut dia, mengatakan ada tiga formulasi dalam strategi pemasaran yang harus diterapkan.

"Strategi bisa dijalankan melalui program BAS (Branding, Advertising, dan Selling), kemudian insentif akses, hot deals, dan CDM. Juga melalui program Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal," ungkapnya.

Sementara itu, implementasi strategis pada program Border Tourism dilakukan melalui program Joint Promotion. Misalnya dengan penyedia transportasi (feri dan bus), acara crossborder, hot deals, destinasi digital, dan mobile positioning data (MPD).


Sementara program Tourism Hub memiliki implementasi strategis pada peningkatan peran VITO Singapore. Program ini juga menjaring wisman Asia Tenggara dan Australia di Singapura.

"Sedangkan untuk Low Cost Terminal terdapat dua implementasi strategis, yaitu joint promo dengan Terminal 2 CGK dan joint promo dengan maskapai yang membuka rute internasional ke LCT tersebut," jelasnya.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh menambahkan bahwa ada tiga destinasi digital di Kepulauan Riau yang didukung oleh Kementerian Pariwisata. Di antaranya Pasar Mangrove Kampung Terih Batam, Pasar Warisan Tanjungpinang, dan Pasar Bintan Bertuah.


Menurutnya, seminar ini merupakan salah satu bentuk dukungan Kemenpar untuk program pengembangan destinasi digital dan border tourism. Ia juga menjelaskan target besar diberikan kepada cross-border sehingga promosi melalui media digital menjadi sangat penting.

"Ketika media digital penting, kontribusi GenPI cross-border dan konten digital juga menjadi sangat penting," papar Masruroh.


Menteri Pariwisata Arief Yahya pun meyakinkan bahwa Kemenpar akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan pada 2019. Ini sekaligus menjadi upaya untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisman dan 275 juta pergerakan wisnus.

"Tahun 2018 ini diperkirakan pariwisata perbatasan dapat menyumbang 18 persen dari total kunjungan wisman. Karena itu, tahun depan harus naik menjadi 20 persen atau sekitar 4 juta dari total 20 juta target wisman," tegasnya.

Selain Batam, Kepulauan Riau, daerah lain yang dibidik untuk bisa menyumbang banyak wisman lewat cross-border adalah Atambua, NTT yang bersebelahan dengan Timor Leste. Sayangnya, sejauh ini strategi pariwisata di dua daerah tersebut belum sistemik atau menjadikan cross-border tourism sebagai yang utama. Padahal, potensi cross-border tourism di kedua destinasi tersebut sangat besar.

"Kita akan segera benahi strateginya. Potensi pariwisata perbatasan atau cross-border tourism harus sudah kita maksimalkan tahun depan," ujarnya. (mid)