Liburan di Bali, Jangan Lupa Mampir ke Buleleng

Kemenpar & Prima Fauzi, CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 19:56 WIB
Liburan di Bali, Jangan Lupa Mampir ke Buleleng Di Bali, saat ini sedang digelar Pemuteran Bay Festival (PBF) 2018 yang dimulai pada 12 sampai 15 Desember 2018. (Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Buleleng adalah sebuah kawasan di Utara Bali yang tidak kalah eksotis dari sisi Selatan Pulau Dewata, baik dari segi alam hingga budayanya. Di Bali, saat ini sedang digelar Pemuteran Bay Festival (PBF) 2018 yang dimulai pada 12 sampai 15 Desember 2018 di Desa Pemuteran, Gerokgak, Singaraja. Kawasan ini terhubung dengan beberapa destinasi terbaik di Bali Utara, termasuk Buleleng.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, event tersebut bisa menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung ke Buleleng.

"Pergerakan wisman di Buleleng positif. Hal ini tidak lepas dari berbagai potensi alam dan budaya yang dimilikinya. Belum lagi, wilayah ini kerap menggelar event seperti PBF 2018. Dengan kemasan terbaik, event ini juga dibanjiri wisatawan. Memiliki atraksi luar biasa, Buleleng juga ditopang aksesibilitas dan amenitas sangat bagus," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/12/2018).


Diungkap Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, secara geografis kawasan Buleleng memiliki garis pantai dengan panjang 144 km. Terbagi dalam 9 kecamatan, 129 desa, dan 19 kelurahan. Buleleng memiliki sekitar 86 destinasi wisata.

"Buleleng juga menawarkan sisi eksotis lainnya. Yang serba indah ini bisa dinikmati dari banyak destinasi di sini. Silahkan eksplore beragam keindahan obyek wisatanya," ungkapnya.


Agus menjelaskan, Buleleng secara umum terbagi dalam empat kawasan pariwisata, dengan ciri khas masing-masing.

Wisatawan bisa menikmati Kawasan Pariwisata Kalibukbuk atau Lovina. Zona besar pantai ini meliputi 8 desa, yaitu Pemaron, Tukad Mungga, Anturan, Kalibukbuk, Kaliasem, Temukus, Tigawasa, dan Kayu Putih.

Background pantai hingga dataran tinggi terhampar di Kawasan Pariwisata Batu Ampar yang terbagi dalam 5 desa, seperti Penyabangan, Banyupoh, Pemuteran, Sumberkima, dan Pejarakan. Ada juga Kawasan Pariwisata Air Sanih yang terbagi dalam 10 desa. Kawasan ini masuk wilayah Desa Bukti, Pacung, Sembiran, Julan, Bondalem, Tejakula, Les, Penuktukan, Sambirenteng, dan Tembok.

Kawasan pariwisata di Buleleng semakin lengkap dengan daya tarik Wisata Khusus Pancasari. Destinasi ini terbentang di 6 desa, yaitu Pancasari, Munduk, Wanagiri, Gesing, Gogleg, dan Umejero. Agus menambahkan, 4 kawasan pariwisata tersebut mudah diakses dari venue utama PBF 2018 karena telah didukung oleh sarana dan prasarana.

"Kawasan pariwisata di Buleleng ini harus menjadi prioritas kunjungan. Karakteristik setiap kawasan ini selalu khas. Dijamin, wisatawan akan banyak mendapatkan experience terbaik di sana. Kawasan ini juga dekat dengan venue PBF. Aksesibilitasnya sangat bagus. Mobilitas wisatawan dijamin nyaman," ujarnya.

Menjadi situs raksasa pariwisata, Buleleng juga menawarkan sisi eksotis lainnya. Wilayah ini tersambung dengan Taman Nasional Bali Barat, Hutan Raya Selat, Monkey Forest Wanagiri, Taman Laut Menjangan, dan Taman Laut Pemuteran.

Kawasan Buleleng juga memiliki beberapa wisata air alternatif, yaitu Danau Bayan dan Danau Tamblingan hingga Air Panas Banyuwedang serta Bannjar.

"Kawasan Buleleng ini sangat kaya dengan potensi alamnya. Bila ingin menikmati keindahan bawah laut maka spotnya ada di Menjangan. Ada beberapa spot menyelam dan snorkling terbaik di sana. Kawasan ini juga ada lumba-lumbanya," terangnya.


Menguatkan nuansa alamnya, Buleleng menawarkan 24 air terjun dengan berbagai karakteristik. Air terjun ini di antaranya, Campur Rasa, Sekumpul, Bembengan, Fiji, Bukit Lalang, Lemukih, Les, dan Ikut Sampi. Ada juga Air Terjun Carat, Teja, Gitgit, Bertingkat, Colek Pamor, Campuhan, Jembong, Kembar, Kroya, Aling-Aling, Pengumbahan, dan masih banyak lainnya.

"Alam Buleleng memang eksotis. Ini menjadi daya tarik terbaik untuk dikunjungi. Selain itu, Buleleng juga kaya dengan budaya. Kawasan ini banyak memiliki desa wisata yang eksotis. Wisatawan pun bisa melihat dari dekat keseharian masyarakat Bali khususnya Buleleng," kata Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani.

Untuk mengenal budaya khas Buleleng, para wisatawan bisa berkunjung ke beberapa desa. Ada Desa Anggur Dencarik, Sidatapa, Pedawa, Tigawasa, Cempaga, Banyuseri, Bulian, Sembiran, dan Julah. Bila ingin menikmati sisi eksotis lain, datang saja ke Terasering Umejero dan Kekeran. Alternatif lain, Bendungan Titab dan Renon.

Buleleng juga membagikan inspirasinya melalui destinasi wisata religi. Ada Pura Jaya Prana, Batu Kursi, Pulaki dan Pesanakannya, hingga Brahma Vihara Arama. Wisatawan juga menikmati keindahan Lingkungan Pura Beji, Pura Dalem Sangsit, Pura Maduwe Karang, hingga Pura Puncak Sinunggal.

"Pastikan destinasi-destinasi wisata terbaik di sekitar Buleleng ini tidak terlewatkan. Sebab, ada banyak hal unik dan menarik yang bisa dinikmati wisatawan. Kekuatan destinasi ini menjadi magnet terbaik untuk menarik kunjungan wisatawan," tuturnya.

Menurut Ni Wayan, dengan memiliki ragam dan potensi destinasinya, Buleleng menjadi destinasi terbaik pilihan wisatawan. Pada 2017, Buleleng dikunjungi oleh 681.966 wisman. Jumlah ini naik 12,3% dari tahun sebelumnya. Sepanjang 2016, Buleleng hanya dikunjungi oleh 607.665 wisman. Dan, tahun 2018 ini, Buleleng menargetkan angka kunjungan wisman 716.064 atau naik sekitar 5% dari musim 2017. (mid)