Menpar Janji Perbaiki Dampak Polemik Wisatawan China di Bali

Kemenpar, CNN Indonesia | Sabtu, 15/12/2018 20:08 WIB
Menpar Janji Perbaiki Dampak Polemik Wisatawan China di Bali Foto: Dok Kemenpar
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, mengungkapkan bahwa polemik soal zero dollar tour yang menimpa Bali benar adanya.

Begitu juga isu soal sweeping, penutupan usaha, kata-kata keras, dan sikap kurang bersahabat yang berkorelasi dengan kunjungan wisman China.

"November 2018 bisa dilihat angka-angkanya, Bali turun 50 persen, hampir 100 ribu wisman Tiongkok," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/11).


GM Garuda Indonesia di Beijing, Reza Aulia Hakim, juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, banyak wisatawan China yang membatalkan perjalanan ke Bali.

Namun Arief tidak ingin membuat gaduh kabar ini sehingga menciptakan polemik baru yang merugikan industi pariwisata.

"Kita sadar sesadar-sadarnya pariwisata itu industri hospitality, keramah-tamahan karena itu ekosistem dan atmosfer yang comfortable itu menjadi bagian yang sangat vital. Karena itu, saya tidak pernah mau berpolemik yang ujung-ujungnya mengganggu kondusivitas industri," kata Arief.

Arief mengatakan polemik di Bali itu bisa menjadi pelajaran bahwa industri pariwisata itu sensitif. Sebab, orang melakukan liburan demi mencari suasana yang menyenangkan dan damai.


Hal tersebut membuat Arief melakukan kunjungan ke Beijing untuk bertemu stakeholder pariwisata pada 13-14 Desember lalu.

Bersama Dubes RI untuk RRT Djauhari Oratmangun, ia meyakinkan pada para travel agent, charter pesawat, industri maskapai, komunitas, dan lainnya di Wisma KBRI.

"Terima kasih Pak Dubes Djauhari, yang terus men-support iklim pariwisata dan hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Terima kasih banyak, kegiatan di KBRI ini sangat membantu me-recovery Bali yang sempat turun drastis," katanya.

Arief juga berkunjung ke acara Indonesia Up Date di Four Season Beijing, Jumat (14/12) yang diinisiasi oleh KBRI Tiongkok.

Di acara yang dihadiri para calon investor ini, Arief meyakinkan kepada para industri TTI (Tourism, Trade, Investment) Tiongkok untuk menanamkan modal ke Tanah Air.

Bahkan Arief juga mengajak Ketua Tim 10 Bali Baru, Hiramsyah Sambudhy Taib, untuk menawarkan investasi di 10 destinasi prioritas tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Arief juga mengatakan soal sweeping dan penutupan sejumlah usaha suvenir di Bali sudah selesai. Bahkan beberapa sudah beroperasi kembali dan diharapkan akhir tahun ini semua yang sudah berizin dan mengikuti peraturan bisa beroperasi kembali.


Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi menargetkan tiga juta wisman dari Tiongkok di 2019, tetapi Pak Arief Yahya ini membuat proyeksi lebih tinggi yaitu 3,5 juta wisman," ujar Djauhari.

Djauhari pun mengatakan saat ini pariwisata di Indonesia sangat bergairah.

"Pariwisata menjadi bagian yang sangat strategis buat Indonesia. Pariwisata terbukti memberikan kontribusi yang besar. Jika pariwisata bisa bertumbuh lebih dari 10 persen, itu akan men-drive pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia hingga rata-rata di atas 6 persen. Karena itu, kita perlu berkolaborasi untuk sama-sama mendorong growth di sektor pariwisata," tegasnya. (mid)