Pelaku Wisata Minta Kaji Ulang Harga Tiket TN Komodo

Kemenpar, CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 21:34 WIB
Pelaku Wisata Minta Kaji Ulang Harga Tiket TN Komodo Wacana kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo yang dicetuskan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mendapat sorotan pemangku kepentingan. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wacana kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo yang dicetuskan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mendapat sorotan dari Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp-Mabar).

Formapp-Mabar meminta Pemprov NTT untuk mengkaji ulang wacana tersebut dan membuat suasana kembali kondusif kawasan pariwisata tersebut.

Caranya, tetap mengajak wisatawan datang ke Komodo karena belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait kenaikan harga masuk tiket taman nasional tersebut.


Forum itu mengatakan dari wacana kenaikan tiket di Taman Nasional Komodo, akan banyak pihak yang akan dirugikan, misalnya kapal wisata lokal.


"Dari wacana kenaikan tiket di Taman Nasional Komodo, akan banyak pihak yang akan dirugikan, misalnya kapal wisata lokal yang selama ini mengharapkan tamu backpacker atau wisatawan berbudget rendah," kata forum itu dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (17/12).

Sebelumnya, Pemprov NTT berencana menaikkan harga tiket masuk ke Pulau Komodo di Labuan Bajo, NTT. Harga tiket yang dimaksud adalah US$500 untuk turis mancanegara, dan US$100 untuk wisatawan domestik.

Formapp-Mabar adalah gabungan dari para pelaku pariwisata di Manggarai Barat yang terdiri di antaranya dari DPC ASITA Manggarai Barat, DPC HPI Manggarai Barat, Asosiasi Kapal Angkutan Wisata Manggarai Barat, PHRI Manggarai Barat, dan Persatuan Penyelam Professional Komodo (P3K). Selain itu, ada pula Koperasi taksi Bandara


(prf/vws)