Kemenpar Setop Sementara Promosi Wisata Tanjung Lesung

Agung Rahmadsyah, CNN Indonesia | Minggu, 23/12/2018 14:06 WIB
Kemenpar Setop Sementara Promosi Wisata Tanjung Lesung Ilustrasi suasana berwisata di Tanjung Lesung. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanjung Lesung yang menjadi salah satu kawasan wisata unggulan atau '10 Bali Baru' kebanggaan Kementerian Pariwisata dihantam tsunami Selat Sunda yang melanda pesisir Banten dan Lampung.

Di kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu juga tercatat banyak korban tewas dan hilang.

Menindaklanjuti bencana tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaktifkan Tim Tourism Crisis Center (TCC) yang memantau perkembangan bencana dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait, antara lain badan penanggulangan bencana, dinas pariwisata setempat, dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata di sekitar area bencana untuk mengumpulkan informasi tentang ekosistem pariwisata terdampak serta memberikan pelayanan terhadap wisatawan.


"Bencana ini sangat di luar dugaan. Dan terjadi saat musim liburan di destinasi wisata. Kita berharap kondisi akan berangsur pulih," kata Ketua TCC Guntur Sakti melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Minggu (23/12).

Guntur menjelaskan, langkah konkrit yang dilakukan pada Minggu (23/12) sesuai instruksi Menpar adalah menyetop promosi di destinasi terdampak bencana, menerbitkan informasi situasi terkini dan membentuk posko koordinasi di wilayah Banten dan Lampung.

"Nantinya, hanya ada satu pintu untuk mengeluarkan pernyataan dampak bencana di sektor pariwisata. Dan ini adalah pelayanan utama yang dilakukan TCC Kemenpar di fase tanggap darurat. Selain tentunya ikut serta memberikan pelayanan kepada wisatawan yang terdampak," ujar Guntur.

Belajar dari pengalaman penanganan bencana erupsi Gunung Agung Bali, gempa Lombok dan Palu, layanan terhadap wisatawan diberikan dalam bentuk layanan informasi, akomodasi, konsumsi serta imigrasi dan atraksi.

Khususnya bagi mereka yang tertahan di bandara atau pelabuhan.

TCC juga mengimbau wisatawan untuk sementara menjauh dari perairan Selat Sunda dan terus memperkaya diri dengan informasi terbaru hanya dari situs atau akun media sosial resmi pemerintah seperti @infoBMKG dan @BNPB_Indonesia untuk menghindari isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut total korban meninggal akibat gelombang pasang atau tsunami di perairan Selat Sunda yang menimpa kawasan di Pandeglang, Banten dan Lampung berjumlah sekitar 150 sampai 160 orang.

Hal itu dia terima dari laporan di lapangan usai kejadian berlangsung.

"Dari informasi yang saya terima korban mencapai 150 sampai 160 orang meninggal dunia. Ini info sementara," kata Tito saat ditemui di Polda Metro Jaya sebelum berangkat ke Pandeglang, Banten, Minggu (23/12).

Dia pun memastikan semua jajaran Polri dan TNI telah bergerak ke lokasi. Kata dia, Polri telah mengirim satu kompi pasukan untuk mengevakuasi daerah bencana di Banten.

(ard)