Kapal Nelayan hingga Pesiar Diminta Waspada Gelombang Tinggi

CNN Indonesia | Minggu, 23/12/2018 13:49 WIB
Kapal Nelayan hingga Pesiar Diminta Waspada Gelombang Tinggi Petugas otoritas pelabuhan memantau kapal pesiar berbendera Jerman, MS Albatros yang akan merapat di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku. (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai tanggal 23 Desember 2018 pukul 07.00 WIB sampai 26 Desember 2018 pukul 07.00 WIB.

Dalam peringatan dini tersebut, BMKG mengingatkan agar seluruh pihak memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dikarenakan kencangnya angin yang bakal memicu gelombang tinggi di Laut Jawa bagian barat, Laut Sulawesi, Perairan utara Halmahera hingga Papua.

Peringatan ini tak hanya ditujukan bagi perahu nelayan tapi juga untuk kapal pengangkut wisatawan.


"Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta daerah lainnya khususnya yang tercantum dalam daftar Peringatan Dini di atas harap mempertimbangkan kondisi tersebut," tulis BMKG dalam peringatan dini yang diterbitkan pada Minggu (23/12).

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," lanjut peringatan dini tersebut.

Secara lengkap, berikut ialah sejumlah hal yang perlu diwaspadai pengelola kapal wisata dan perahu nelayan dari peringatan dini BMKG:

- Perahu nelayan harap mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter.

- Kapal tongkang harap mewaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.

- Kapal Ferry harap mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.

- Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo atau Kapal Pesiar harap mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

(agr/ard)