Menpar Puji Kesigapan Balawista Saat Evakuasi Korban Tsunami

Kemenpar, CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 20:15 WIB
Menpar Puji Kesigapan Balawista Saat Evakuasi Korban Tsunami Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bertemu Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) (Foto: Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat mengunjungi lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten pekan ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bertemu Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) dan memuji kesigapan mereka dalam membantu evakuasi korban dan wisatawan.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Balawista yang sudah membantu fase recovery pascabencana. Semoga Allah membalas keikhlasan teman-teman dengan pahala yang terbaik," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (28/12)

Dalam kunjungan ke posko Balawista tersebut, ia turut memberikan bantuan untuk operasional berupa life jacket, handy talkie, pakaian, dan dana infaq sumbangan Kemenpar.


Di kesempatan yang sama, Arief memaparkan strategi pemulihan bencana yang dilakukan saat fase tanggap darurat selesai hingga 4 Januari 2019. Pada fase pemulihan Kemenpar akan melakukan strategi untuk memulihkan SDM, pemulihan destinasi, dan melakukan pemasaran di destinasi yang tak terdampak.


Ketua Umum Balawista Banten Ade Ervin menjelaskan ada lebih dari seribu pengungsi yang terdampak langsung dan kehilangan harta bendanya.

"Pada hari pertama setelah kejadian, Balawista melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Di hari ketiga hingga sekarang kami juga melakukan distribusi bantuan ke berbagai titik pengungsian," ujar Ade.

Personel Balawista yang diterjunkan berjumlah 200 orang. Saat kejadian, mereka langsung melakukan evakuasi di berbagai titik bencana, terutama di sepanjang Pantai Carita.

"Pada malam itu kami melihat air laut pasang. Personel kami berhasil mengevakuasi hampir 1.000 wisatawan," lanjutnya.


Ade juga mengungkapkan Balawista yang berinduk di bawah naungan Dinas Pariwisata Banten berharap mendapat dukungan dari Kemenpar, khususnya dalam bentuk pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menambah personel Balawista.

"Paling tidak kami membutuhkan 1.200 SDM karena personel kami baru 200 orang. Sedangkan destinasi wisata di Pantai Carita ini sangat panjang. Serta kami berharap bisa didirikan beberapa menara pantau. Yang saat ini kami miliki baru dua menara. Satu berada di Anyer dan Tanjung Lesung," sambung Ade.

Selain dengan Balawisata, Arief juga bertemu dengan PHRI Provinsi Banten yang diwakili oleh GM Hotel Marbela dan pengurus PHRI Banten lainya. Dari sini, ia mendapatkan informasi mengenai kondisi Pantai Anyer. Begitu juga dengan tingkat okupansi dan penyampaian aspirasi dari pengurus PHRI Provinsi Banten.

Saat kunjungan ke Pandeglang, Arief didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizky Ratman, Ketua Tim Tourism Crisis Center Guntur Sakti. Selain itu, ada pula Asdep SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Kemenpar Wisnu Bawa Tarunajaya, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati. (prf)