Yungay, Kota Kecil di Peru yang Sempat Hilang

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 19:35 WIB
Yungay, Kota Kecil di Peru yang Sempat Hilang Alun-alun kota Yungay yang terlihat sepi. (Istockphoto/tirc83)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama ini Peru seakan hanya dikaitkan dengan Machu Picchu, tak heran jika wisatawan berlomba-lomba mengunjungi peninggalan bersejarah bangsa Inca itu. Meskipun sebenarnya masih banyak tempat di Peru yang patut dikunjungi salah satunya Yungay.

Jika dibandingkan Machu Picchu, nama Yungay memang terdengar asing. Pasalnya kota ini sempat "menghilang" pasca bencana gempa bumi berkekuatan delapan skala Richer pada 31 Mei 1970.

Di hari gempa bumi terjadi, sebagian besar warga sedang berada di dalam rumah menonton pertandingan Piala Dunia Italia melawan Brasil. Saat gempa terjadi, bangunan runtuh seketika.


Tercatat bencana tersebut menghancurkan area luas sekitar 83 ribu kilometer persegi, yang sebagian besar adalah rumah dan jalanan. Korban tewas banyak ditemukan di bawah reruntuhan bangunan.

Kejadian tersebut menjadi gempa bumi terburuk yang pernah terjadi di Peru.

Seorang blogger, Emily Bloor, belum lama ini sempat mengunjungi Yungay. Dalam gambar yang diambilnya, kota ini tampak sepi meski masih terlihat beberapa warga dan turis yang wara-wiri di jalanan.

Kawasan yang tadinya padat bangunan saat ini menjadi padang rumput liar.

Reruntuhan gereja yang setengah terkubur juga menjadi salah satu pemandangan di sana.

Diperkirakan kota ini sedang dihuni oleh 74 ribu orang saat gempa bumi terjadi. Lebih dari 25 ribu orang dinyatakan hilang, terkubur di bawah tanah Yungay.

"Yungay tidak terlalu terkenal, jadi saya tidak benar-benar tahu banyak tentang kota ini ketika saya memutuskan untuk mengunjungi kota ini," ujar Emily, seperti yang dikutip dari Lonely Planet pada Kamis (3/1).

"Saya benar-benar sedih saat melihat pemandangan kota yang telah menjadi kuburan massal ini. Saya tambah sedih ketika melihat seorang pria tua yang duduk dengan tatapan kosong memandang lahan kosong, entah memikirkan rumahnya atau keluarganya yang hilang," lanjutnya. 

Sejumlah hal yang tersisa di kota ini adalah empat pohon palem, menara gereja, bus dan kuburan.

Namun di balik sejarah kelamnya, panorama di Yungay sangatlah memesona. Beberapa tugu peringatan dan salib batu terlihat sangat fotogenik untuk diabadikan.

Emily berharap turis yang berkunjung ke Peru bisa mampir ke kota ini, untuk berwisata sejarah atau sekadar memberikan penghormatan kepada korban gempa bumi.

"Tanpa turis yang berkunjung kota Yungay bakal terlupakan," kata Emily.

(sit/ard)