Orang Tua yang Dihormati dan Dihargai Jadi Lebih Panjang Umur

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 07:09 WIB
Orang Tua yang Dihormati dan Dihargai Jadi Lebih Panjang Umur ilustrasi nenek (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rahasia hidup sehat, bahagia, dan panjang umur ternyata tak muluk-muluk. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang tua yang dihormati dan dihargai orang lain akan memiiki usia yang lebih panjang, hidup sehat, dan bahagia. 

Analisis dari jaringan jurnalisme global Orb Media menemukan bahwa negara dengan tingkat hormat yang tinggi terhadap lansia menunjukkan kesehatan yang lebih baik dan tingkat kemiskinan yang lebih rendah pada orang yang berusia di atas 60 tahun. 

Namun sayangnya, tak banyak orang yang menghormati orang tua. Dalam survei dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016 di 57 negara, 60 persen responden melaporkan bahwa para orang tua tidak dihormati.



"Negara-negara berpenghasilan tinggi yaitu negara industri maju dan industrialisasi cenderung tidak menghargai orang-orang tua," kata profesor ilmu psikiatri dari Duke University Erdman Palmore dikutip dari CNN.

Menurut Palmore, masyarakat di pedesaan dan tradisional cenderung memiliki rasa hormat yang lebih tinggi karena orang tua dapat bekerja dan bernilai bagi perekonomian. Sebaliknya, di kota-kota besar, kebijakan pensiun justru membuat orang tua merasa tidak berharga dan tak dihargai. Hal ini yang membuat para orang tua merasa tak bahagia, mudah jatuh sakit, meninggal dunia. 

Data dari World Values Survey menunjukkan Argentina, Korea Selatan, dan Jepang merupakan tiga negara terendah dalam pemberian sikap hormat pada orang yang lebih tua. 

Padahal sikap hormat pada orang yang lebih tua dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Sebaliknya, sikap negatif justru dapat memperpendek hidup. 
 
Profesor kesehatan masyarakat dan psikologi dari Yale School of Public Health, Becca Levy menemukan sikap negatif itu berbahaya bagi lansia.

Levy menganalisis hasil wawancara dengan 660 orang dari Oxford, Ohio selama lebih dari dua dekade. Dia menemukan bahwa mereka yang memiliki sikap positif  memiliki hidup rata-rata 7,5 tahun lebih lama dibandingkan dengan orang yang memiliki sikap negatif.


Levy menyimpulkan sikap positif itu memengaruhi perilaku dan psikologis, serta mekanisme fisiologi di dalam tubuh. Berpikiran positif membuat seseorang dapat menjalani gaya hidup sehat, berolahraga, dan mengurangi stres. 

Menurut penelitian Levy lainnya di Irlandia, orang yang berpikiran negatif tentang penuaan justru lebih mungkin mengidap depresi dan kecemasan. (ptj/chs)