Mencegah Stroke, Penyakit yang Diderita Robby Tumewu

CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 16:06 WIB
Mencegah Stroke, Penyakit yang Diderita Robby Tumewu Ilustrasi otak (REUTERS/Neil Hall)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor kawakan Robby Tumewu mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (14/1) dini hari. Robby meninggal karena menderita sakit di usianya yang ke-65 tahun.

Robby yang juga merupakan seorang desainer ini menderita penyakit stroke sejak delapan tahun yang lalu. Pada September 2018, Robby dikabarkan sempat menjalani operasi otak.

Organisasi stroke Amerika Serikat atau National Stroke Association mengibaratkan stroke sebagai serangan otak. Sama seperti serangan jantung, serangan otak ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja.


Serangan otak terjadi karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah ke otak. Penyumbatan ini membuat aliran darah ke otak terputus sehingga sel otak kekurangan oksigen.

Akibatnya, kemampuan otak mengendalikan tubuh seperti kontrol otot dan memori dapat menghilang. Dampak stroke pada tubuh ini dipengaruhi oleh besaran dan area otak yang rusak.

Orang yang mengalami stroke kecil biasanya juga mengalami masalah kecil seperti kelumpuhan sementara pada kaki atau tangan. Namun, stroke yang besar dapat membuat lumpuh secara permanen dan membuat penderita sulit berbicara. Data menunjukkan, beberapa orang dapat pulih dari stroke dan sebanyak dua per tiga mengalami beberapa jenis kecacatan.

Namun, bukan berarti stroke tak dapat dicegah. Stroke dapat dicegah dengan melakukan kontrol dan gaya hidup sehat. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke.

1. Menjaga tekanan darah
Tekanan darah tinggi merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke. Dikutip dari situs Harvard, orang dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko empat kali lipat lebih tinggi terkena stroke.

Memantau tekanan darah dan dapat menjaga kesehatan pembuluh darah adalah penting untuk dilakukan. Menjaga tekanan darah dapat dilakukan dengan mengurangi asupan garam, mengurangi makanan tinggi kolesterol, dan mengonsumsi sayur dan buah.

2. Jauhi rokok
Risiko stroke meningkat dua kali lipat karena merokok. Dikutip dari situs kesehatan Web MD, nikotin dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah, menurunkan jumlah oksigen dalam darah, menaikkan lemak, dan mempersempit pembuluh darah.

3. Menurunkan berat badan
Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan peluang terkena stroke. Menurunkan berat badan beberapa kilogram saja dapat memberikan efek yang signifikan terhadap risiko stroke.

Menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan meningkatkan aktivitas fisik dan mengontrol kalori yang masuk ke dalam tubuh.

4. Berolahraga teratur
Berolahraga teratur dapat menurunkan berat badan dan tekanan darah. Orang yang aktif memiliki kesehatan jantung dan pembuluh darah yang lebih baik yang otomatis membuat risiko stroke menurun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk berolahraga dengan intensitas sedang setidaknya lima kali dalam seminggu.

5. Diet
Diet atau pola makan yang seimbang dan sehat dapat menurunkan risiko stroke. Pilihlah makanan kaya serat yang diproses dengan cara sederhana. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan karena dapat mengurangi stroke hingga 32 persen.

Kurangi konsumsi garam dan pilih protein nabati serta yang kaya akan asam lemak omega-3. (ptj/asr)