Penelitian terbaru berhasil menemukan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dapat mengidentifikasi beberapa penyakit kelainan genetik langka secara akurat hanya dengan menggunakan foto wajah pasien.
Teknologi AI yang diberi nama DeepGestalt ini bahkan disebut mengungguli dokter saat mengidentifikasi berbagai gejala dalam tiga kali percobaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menunjukkan keberhasilan penerapan algoritma canggih ke dalam sesuatu data yang sangat kecil (penyakit)," kata pemimpin riset Yaron Gurovich, dikutip dari CNN. Dia merupakan kepala teknologi di FDNA, perusahaan kecerdasan buatan dan obat presisi.
Gurovich dan timnya membuat DeepGestalt dengan algoritma yang dalam. Mereka menggunakan 17 ribu gambar wajah pasien dari database pasien yang didiagnosis dengan lebih dari 200 sindrom genetik yang berbeda.
Hasilnya, kecerdasan buatan ini mengungguli dokter dalam dua set terpisah untuk mengidentifikasi sindrom dari 502 gambar yang dipilih. Dalam setiap tes, AI mengusulkan daftar sindrom yang potensial dan mengidentifikasi sindrom yang benar dengan akurasi 91 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwa sistem ini dapat digunakan dalam pengujian klinis," ujar Gurovich.
Penemuan ini disebut membuka pintu untuk penerapan kecerdasan buatan dan aplikasi terkait identifikasi sindrom genetik baru. Namun, di sisi lain, gambar wajah yang diketahui ini juga mampu menimbulkan diskriminasi individu. (ptj/asr)