Cara Baru Rapikan Gigi dengan Behel Tanpa Kawat

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 11:05 WIB
Cara Baru Rapikan Gigi dengan Behel Tanpa Kawat Ilustrasi kawat gigi (taliesin/morgueFile)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawat gigi kini bukan satu-satunya cara untuk merapikan gigi yang berantakan. Inovasi teknologi menghadirkan pilihan baru untuk merapikan gigi menggunakan behel transparan tanpa kawat.

Behel tanpa kawat ini dikenal dengan nama clear aligner. Alih-alih menggunakan kawat besi, behel generasi baru ini berbahan plastik bening untuk meratakan gigi.

Behel transparan ini disebut memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan behel yang menggunakan kawat besi. Ia terlihat lebih estetik, tidak menimbulkan rasa sakit, dan lebih nyaman.


"Inovasi baru ini memberikan solusi merapikan gigi yang bebas dari hal yang tidak menyenangkan," kata ahli ortodonsia, dr Irwin Lesmono dalam diskusi media dengan Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Rabu (16/1).

Irwin menjelaskan, clear aligner merupakan alat berbahan plastik transparan yang memiliki teknologi canggih untuk meratakan gigi yang berantakan seperti tonggos, berputar, miring ke depan, gigi jarang, dan menyilang.

Bentuk clear aligner sama seperti retainer, namun terbuat dari plastik yang berbeda. Plastik lentur ini memiliki teknologi yang memastikan gigi bergerak dengan baik.

Tak hanya itu, prosedur pemakaian juga disebut lebih mudah ketimbang behel berkawat. Untung memasangnya, pasien terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dengan dokter gigi. Setelahnya, dokter akan mengambil foto, x-ray, dan pemindaian digital pada gigi.

Pada tahap selanjutnya, dokter akan membuat rencana perawatan 3D untuk gigi pasien. Perencanaan itu dibuat dengan menggunakan software khusus yang langsung tersambung ke perusahaan pembuat clear aligner.

Foto gigi pasien lalu dimasukkan dalam software yang sudah disediakan. Dokter akan melakukan simulasi perubahan gigi dengan teknologi plastik bening ini. Dari simulasi itu, akan diketahui lama waktu perawatan dan jumlah behel plastik yang digunakan. Rata-rata gigi dapat rapi dalam kurun waktu 36 minggu atau kurang dari setahun.

"Software ini membuat hasil perubahan gigi lebih terukur ketimbang perkiraan biasa dengan metode behel kawat yang harus dipantau setiap satu bulan sekali," ucap Irwin.

Hasil simulasi itu lalu dikirim ke perusahaan pemilik hak paten clear aligner untuk dirancang dan diterapkan teknologi yang dapat menarik dan merapikan gigi. Hasilnya, berupa puluhan plastik bening dikirimkan kembali ke dokter yang merawat.

Dokter lalu akan memberi tahu pasien cara menggunakan clear aligner. Plastik bening itu mesti dipakai setiap hari dan hanya dilepas saat makan dan menggosok gigi. Plastik itu juga harus diganti dengan plastik baru setiap satu atau dua pekan sekali, tergantung hasil dari simulasi.

Menurut Irwin, alat baru ini membuat pasien tak perlu terlalu sering kontrol ke dokter gigi seperti saat menggunakan behel kawat yang harus diganti setiap satu bulan sekali. Clear aligner ini memungkinkan pasien hanya melakukan kontrol sekali dalam dua atau tiga bulan.

Beberapa orang ternama seperti Justin Bieber, Tom Cruise, dan Oprah Winfrey disebut menggunakan teknologi ini untuk merapikan gigi mereka.

Di balik keunggulannya, plastik ini juga memiliki kekurangan dari segi harga. Untuk biaya pembuatan behel plastik ini diperlukan pundi-pundi sebesar US$5 ribu atau sekitar Rp70 juta rupiah. (ptj/asr)