5 Kebiasaan Harian yang Memperburuk Bibir Pecah

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 09:22 WIB
5 Kebiasaan Harian yang Memperburuk Bibir Pecah Ilustrasi bibir pecah (Istockphoto/Tetiana Mandziuk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bibir kering tak lagi bisa dihindari saat musim hujan. Tak hanya kering, bibir juga rentan mengalami pecah-pecah.

Bibir pecah akan terasa menyakitkan. Terkadang, penggunaan lip balm pun tak bisa membantu. Alhasil, banyak orang menduga lip balm adalah penyebab bibir yang kian pecah ini.

Namun, sejumlah ahli mengatakan bahwa anggapan itu hanya mitos. Mereka justru menyalahkan beberapa kebiasaan harian yang membuat bibir pecah-pecah menjadi lebih buruk.


Berikut mengutip Huffington Post, kebiasaan yang membuat bibir pecah-pecah kian parah.

1. Menjilati bibir sepanjang waktu
Menjilati bibir saat pecah-pecah bukan solusi. Air liur yang mengering dan menguap hanya akan membuang kelembapan dan menimbulkan rasa sakit yang lebih lama.

Ahli dermatologi Rachel Nazarian mengatakan bahwa air liur mengandung enzim yang membuatnya efektif mencerna makanan.

"Dengan menjilati bibir, artinya Anda menggunakan enzim pencernaan yang sama pada kulit. Dan itu akan semakin membuat bibir kering dan pecah-pecah," uar Nazarian.

Daripada menjilati bibir yang kering, Anda lebih baik mengolesinya dengan krim emolien untuk membuatnya terasa lebih lembut.

2. Membersihkan bibir dengan air panas
Air panas tidak baik untuk menjaga kulit tetap lembap. Dengan kata lain, air panas juga tak bisa digunakan untuk mengatasi bibir kering.

"Meski air panas terasa enak, tapi ia bisa mengeluarkan uap air dari bibir saat menguap," ujar ahli dermatologi, Claire Chang.

Air panas disebut menghilangkan minyak alami yang menjaga bibir tetap lembap. Agar bibir tidak kering, Chang merekomendasikan Anda untuk mencucinya dengan air hangat.

3. Paparan sinar matahari
Paparan sinar matahari dapat memperburuk bibir pecah-pecah. Anda direkomendasikan untuk getol menggunakan lip balm dengan kandungan SPF, terutama saat berada di bawah sinar matahari.

4. Menggunakan lip balm dengan rasa dan aroma
Ahli dermatologi sepakat bahwa wewangian yang umum ditemukan pada lip balm dapat mengiritasi kulit sekaligus meningkatkan potensi bibir pecah.

Anda lebih baik menghindari produk lip balm dengan wewangian. Aplikasikan lip balm dengan kandungan lanolin tanpa tambahan rasa atau aroma untuk mencegah penguapan kelembapan bibir.

5. Bahan-bahan yang mengiritasi
Tidak semua lip balm sama. Anda direkomendasikan untuk menghindari penggunaan lip balm dengan kandungan asam salisilat secara berlebih.

"Terlalu sering menggunakan asam salisilat dapat menyebabkan iritasi dan semakin mengeringkan bibir," ujar Chang.

Bahan lain yang harus dihindari adalah mentol atau peppermint yang biasa ditambahkan pada lip balm untuk memberikan sensasi dingin dan menenangkan.

Selain itu, Anda juga direkomendasikan untuk menghindari lip balm dengan kandungan aldehida--senyawa yang memberikan rasa kayu manis--yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif. (asr/asr)