Dibandingkan Pelembab, Tabir Surya Lebih Ampuh Lindungi Kulit

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Kamis, 05/07/2018 13:21 WIB
Dibandingkan Pelembab, Tabir Surya Lebih Ampuh Lindungi Kulit Ilustrasi. (REUTERS/Eduardo Munoz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelembab dengan kandungan Sun Protector Factor (SPF) selama ini dirasa ampuh melindungi kulit dari sengatan radiasi sinar matahari atau ultraviolet (UV). Namun, penelitian terbaru menunjukkan pelembab dengan SPF itu tidak sepenuhnya mampu melindungi kulit.

Penelitian dari University of Liverpool, Inggris mengungkapkan pelembab dengan SPF saja tidak cukup untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sengatan sinar matahari.

Peneliti merekomendasikan untuk hanya menggunakan tabir surya saat menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.


Temuan dari penelitian ini baru saja dipresentasikan di pertemuan tahunan British Association of Dematologists di Edinburgh, Skotlandia, pada (3/7).

"Meskipun pelembab dengan SPF memberikan perlindungan terhadap sinar matahari, penelitian kami menunjukkan bahwa hasilnya tidak sama dengan tabir surya," kata salah satu peneliti Austin McCormick, seperti dikutip dari Independent.

Dalam studi ini, para peneliti melakukan pengujian pada beberapa kelompok partisipan.

Peserta diminta untuk mengaplikasikan tabir surya pada wajah mereka di hari pertama pengujian.

Pada hari selanjutnya mereka diminta untuk memakai pelembab dengan SPF.

Para peneliti mengambil foto wajah para partisipan di kedua hari tersebut dengan menggunakan kamera yang dimodifikasi khusus sehingga mampu melihat dampak dari sinar UV.

Lewat kamera itu peneliti melihat tingkat kehitaman kulit sebagai efek perlindungan dari sinar matahari.

Semakin hitam kulit tersebut, semakin besar tingkat perlindungan yang diberikan.

Peneliti menyimpulkan bahwa peserta yang menggunakan tabir surya dapat melindungi 89 persen area wajah mereka.

Sedangkan saat mengaplikasikan pelembab dengan SPF yang terlindungi hanya 84 persen.

Di sisi lain, peneliti juga menganjurkan agar orang menggunakan tabir surya lebih tebal dibandingkan pelembab dengan SPF.

Itu dapat memberikan proteksi kulit yang lebih kuat terhadap sinar UV.

"Untuk jangka waktu yang lama di bawah sinar matahari kami merekomendasikan aplikasi tabir surya dengan SPF tinggi," kata McCormick.

Pendapat yang sama juga diutarakan anggota British Association of Dermatologists Matthew Gass.

Menurutnya pelembab dengan SPF tidak berfungsi dengan baik jika dibandingkan dengan tabir surya.

Dia juga menyarankan untuk menggunakan tabir surya yang diaplikasikan secara berulang.

"Hal lain yang penting untuk diambil dari penelitian ini adalah orang sering melewatkan bagian tertentu di wajah mereka saat memakai tabir surya, cara yang baik untuk mencegah hal ini adalah dengan memakai kacamata hitam dan menerapkan kembali tabir surya secara berkala. Ini dapat melindungi wajah dari sinar matahari yang berlebihan," ucap Gass.

(ard)