Dalam debat, kedua paslon terlihat tampil kompak dengan peci yang tersemat di atas kepalanya. Prabowo-Sandi, misalnya, yang memadukan peci dengan setelan jas hitam dan kemeja putih. Setelan itu percis seperti apa yang keduanya pakai dalam foto surat suara.
Sementara paslon Jokowi-Ma'ruf tampak hadir dengan baju serba putih. Sama seperti Prabowo-Sandi, keduanya juga tampak menyematkan peci hitam di atas kepalanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Asal-usul dan Sejarah Panjang Setelan Jas |
Peci sendiri berasal dari bahasa Belanda 'pet' yang berarti 'kopiah', dan 'je' yang berarti kecil. Jika digabung, peci merupakan kopiah kecil.
Sejarawan Hendri Isnaeni mengatakan, penggunaan peci dalam budaya orang Indonesia tak lepas dari sosok Ir. Soekarno. Dia bahkan nyaris tak pernah lepas dari peci berwarna hitam. Bahkan, dalam kesempatan wawancaranya bersama Cindy Adams, Soekarno menyebut peci sebagai simbol nasionalisme.
Kopiah beludru hitam itu disebut Soekarno sebagai tanda pengenalnya. Lebih dari itu, peci juga disebut sebagai lambang kebangsaan.
Namun, masyarakat tampaknya lupa dengan sosok Tjipto Mangunkusumo yang juga kerap mengenakan peci. "Tampaknya Soekarno mengikuti jejak gurunya, lebih memilih peci beludru hitam," ujar Hendri.
Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Debat Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Asal muasal peci
Simbol bangsa itu pula yang barangkali membuat Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi sama-sama mengenakan peci dalam agenda debat capres-cawapres kali ini.
Padahal, jauh sebelum Soekarno menyebut peci sebagai identitas bangsa, kopiah beludru hitam itu telah lebih dulu dikenal di antara para pedagang Arab.
Artikel berjudul "The Origin of the Songkok or Kopiah" yang dipublikasikan dalam The Brunei Times menuliskan bahwa songkok atau peci diperkenalkan oleh para pedagang Arab. Mereka berdagang sembari menyebarkan Islam di Brunei Darussalam.
Namun, versi lain menyebut peci juga menjadi populer di wilayah Malaysia sekitar abad 13 saat Islam mulai mengakar di sana. Spekulasi pun bermunculan seputar songkok. Yang jelas, orang Arab dianggap sebagai pemrakarsa penggunaan songkok.
Sementara di Asia Selatan, fez dikenal dengan topi rumi atau topi Romawi. Ini jadi simbol identitas Islam dan menunjukkan dukungan Muslim India untuk kekhalifahan yang dipimpin oleh Kekaisaran Ottoman.
Sebagian ahli meyakini bahwa fez merupakan nenek moyang dari bentuk songkok yang kini tersebar di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia dengan nama peci. (els/asr)
Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Debat Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)