Dalam kritikan itu, Wintour meminta Margaret Court Arena--lokasi digelarnya Australian Open--untuk berganti nama. Dia menilai, nama Margaret Court tak cocok jika dijadikan nama sebuah stadium, tempat berkumpulnya orang dengan berbagai latar belakang.
"Nama Margaret Court rasanya tak pas untuk dijadikan nama sebuah stadium di mana banyak orang dari berbagai latar belakang berkumpul di sana," ujar Wintour dalam Australian Open's Inspirational Serius di Melbourne, Australia, Kamis (24/1), melansir CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Court menjadi seorang pendeta di Australia Barat. Dia mendapatkan banyak kritik atas pandangan diskriminatifnya tentang LGBT.
Pada Mei 2017, Court pernah berencana bakal memboikot Qantas Airlines atas keputusannya mendukung pernikahan sesama jenis. Tak lama kemudian, Court juga mengklaim bahwa dunia olahraga tenis dipenuhi oleh kaum lesbian.
"Intoleransi tidak punya tempat dalam dunia olahraga, khususnya tenis," ujar Wintour.
Wintour mengakui kehebatan Court di lapangan tenis. Namun, dia sangat menolak sikap Court yang tidak bisa menghargai pilihan orang yang berbeda dengannya.
Lihat juga:Australia Tak Ingin Sekolah Hukum Siswa Gay |
"Saya terkejut dengan perdana menteri Anda [Australia] tentang hak-hak LGBT yang tampaknya terbelakang," ujar dia. (asr/asr)