CEO Conde Nast Tepis Gosip Anna Wintour Hengkang dari Vogue

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 10:22 WIB
CEO Conde Nast Tepis Gosip Anna Wintour Hengkang dari Vogue Anna Wintour tak hengkang dari Vogue. REUTERS/Suzanne Plunkett
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa jadinya industri media dan mode jika Anna Wintour hengkang dari Vogue? Pertanyaan itu mengawang selama beberapa bulan terakhir seturut ramainya desas-desus soal bakal perginya Wintour dari majalah fesyen tersohor itu.

Namun, kini pencinta dunia fesyen bisa bernapas lega. CEO Conde Nast--perusahaan media yang menaungi Vogue--Bob Sauberg menepis rumor kepergian Anna Wintour dari Vogue.

"Anna Wintour adalah pemimpin yang sangat berbakat dan kreatif yang pengaruhnya tak terukur. Dia merupakan bagian dari transformasi masa depan perusahaan kami dan telah setuju untuk bekerja dengan saya sebagai pemimpin redaksi @voguemagazine dan direktur artistik Conde Nast," ujar Sauberg dalam sebuah pernyataan dalam laman Twitter resmi Conde Nast.




AFP melaporkan, pernyataan ini datang sehari setelah New York Times melaporkan bahwa sang direktur mode meninggalkan para stafnya di Vogue.

Desas-desus kepergian Wintour sudah beredar sejak April lalu. Saat itu, beberapa pemberitaan menyatakan bahwa Wintour bakal meninggalkan Vogue pada Juli setelah pernikahan putrinya, Bee Shaffer di Long Island. Disebutkan juga bahwa Wintour akan pindah setelah menyelesaikan Vogue edisi September.

Namun tak semua kabar yang beredar menyuarakan rumor hengkang Wintour. Mengutip The Cut, beberapa waktu lalu perwakilan Vogue dan korporasi Conde Nast berbincang dengan Page Six dan mengungkapkan bahwa saat itu mereka tidak kehilangan ikon mereka - setidaknya belum - saat itu.
"Kami dengan tegas menyangkal rumor tersebut," ucapnya.

Selama ini, Anna Wintour dianggap sebagai sosok editor dan pemimpin redaksi mode yang begitu ikonik. Dia telah memberikan kontribusi besar dalam dunia fesyen. Dengan rambut bobnya, Wintour selalu jadi tamu besar dalam setiap gelaran runway Fashion Week.


Wintour telah menjadi editor Vogue sejak tahun 1988 silam dan direktur artistik Conde Nast sejak tahun 2013. Sosoknya juga dikenal berkat salah satu karakter film The Devil Wears Prada (2006).

Wintour juga banyak menularkan ilmunya kepada anak didiknya di Conde Nast seperti Amy Astley, editor Architectural Digest yang memulai karier di departemen kecantikan Vogue dan juga Philip Picardi.


Wintour juga menjadi kepala atau agen tenaga kerja, dewan dan juga penasihat yang sangat aktif untuk berbagai merek fesyen. Ia pernah membantu Marc Jacobs saat di Louis Vuitton dan Thom Browne saat bekerja di Brooks Brothers. Wintour dianggap merupakan kekuatan di balik penciptaan seluruh generasi desainer New York. (asr/chs)