Memahami Faedah Ganja Tanpa Rasa Ngeri Terciduk di California

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 15:36 WIB
Memahami Faedah Ganja Tanpa Rasa Ngeri Terciduk di California Salah satu peserta Green Tours, tur wisata ganja di California. (Robyn Beck / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika California melegalkan penggunaan ganja rekreasi pada tahun 2016, Gene Grozovskiy memutuskan dia akan membuat tur wisata ganja.

Legalnya penggunaan ganja di California membuat kawasan pantai di Amerika Serikat itu kini menjadi salah satu ladang ganja terbesar di dunia.

Grozovskiy terinspirasi membuat tur wisata ganja karena terinspirasi dari ayahnya, seorang imigran asal Rusia yang membuat tur wisata ke Los Angeles selama beberapa dekade.


Berbeda dengan ayahnya, Grozovskiy membawa turis ke ladang sampai kafe ganja di California.

Namun dia mengakui bahwa mempromosikan Green Tours bukanlah hal yang mudah.

Keluhannya sama dengan keluhan banyak pebisnis ganja di California: saat barang laku mereka dihadapkan oleh birokrasi yang rumit dan pajak yang tinggi dari pemerintah.

"Pada awalnya, industri ganja tidak menerima kita, industri pariwisata tidak menerima kita," kata Grozovskiy.

"Butuh waktu satu tahun untuk benar-benar mengetuk pintu dan berdebat," jelasnya.

Perusahaannya sempat merugi pada tahun 2018, tetapi ia berharap mendapat nasib lebih baik pada tahun ini.

Saingannya, seperti Green Line Trips, Weedology, Dope Tours dan Food High, muncul selama beberapa bulan pertama setelah penggunaan ganja legal di California.

Tur yang diselenggarakan perusahaan Grozovskiy memakan waktu sekitar empat jam dan termasuk kunjungan ke tempat penjualan ganja--yang tak hanya menjual tumbuhan kering tetapi juga permen sampai cokelat, kebun ganja milik warga, pabrik bong, dan kafe ganja. Tarif mengikuti tur ini seharga US$89 (sekitar Rp1,2 juta) per orang.

Dibandingkan tur wisata khas Hollywood, bus Grozovskiy membawa penumpangnya merasakan aktivitas bertema ganja, seperti sesi merokok dengan aktor Tommy Chong dari "That'70's Show," yang bertarif dengan harga US$179 (sekitar Rp2,5 juta) per orang.

Ia berharap bisa mengajak rapper Snopp Dogg sebagai bintang dalam turnya di masa depan.

Seperti di Disneyland

Sang pemandu wisata, Ryan Lance, menceritakan kisah ganja yang pertama kali digunakan sebagai obat penyembuhan di Negara Paman Sam.

Sekarang penggunaan rekreasionalnya legal di 10 negara bagian AS, termasuk California, serta di ibu kota Washington.

Di antara perubahan besar sejak disahkan, penangkapan terkait ganja telah menurun tajam, tercatat turun sebanyak jutaan kasus dalam beberapa dekade terakhir.

Di apotek penjualan ganja, manajer Scott B--yang tidak mau memberikan nama belakangnya, merinci berbagai jenis tanaman ganja yang dijualnya.

Dia juga menjelaskan cara membedakan tanaman ganja betina dari tanaman jantan, bagaimana tanaman itu disilangkan, dan cahaya serta air yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.

Manajer merinci pajak ganja dari pemerintah yang dirasanya mengkhawatirkan, tes ketat yang dapat menyebabkan jutaan dolar tanaman ganja terpaksa dibuang dan bagaimana beberapa perusahaan mempekerjakan anak-anak berusia lima tahun untuk menguji keamanan kemasan mereka.

Dan Chlebanowski (30) yang telah menjadi pecinta ganja sejak remaja, mendengarkan dengan seksama.

"Saya pikir setiap kali Anda tertarik pada sesuatu, dan kapanpun Anda bisa melihat aspek di balik layar itu, itu sangat menarik," katanya.

"Maksudku, perasaan itu mirip saat kita mengunjungi Disneyland dan Hollywood, begitu juga dengan di sini."

Legalisasi sangat penting untuk meluncurkan usaha wisata terkait ganja. Namun industri ganja secara keseluruhan belum melonjak seperti yang diprediksi banyak orang.

Arcview, sebuah perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam pasar ganja, melaporkan penurunan penjualan negara antara 2017 dan 2018, dari US$3 miliar menjadi US$2,5 miliar.

"Penurunan penjualan memang sedikit, tetapi terasa luar biasa mengingat bahwa kami memproyeksikan pertumbuhan yang sangat cepat," kata wakil presiden Arcview David Abernathy.

Memilih Pasar Gelap

Legalisasi ganja California kurang lebih sama seperti aturan alkohol; bahwa siapapun yang berusia di atas 21 tahun dapat memiliki hingga 28,3 gram rumput.

Sementara itu, produsen, distributor, dan penjual harus memiliki izin dari pemerintah kota dan negara bagian, dan menyesuaikan produk mereka untuk memenuhi persyaratan hukum yang ketat. Ditambah lagi membayar pajak sebesar 35 persen dari penjualan.

Ketatnya aturan membuat penjualan ganja di pasar gelap mulai berkembang.

Alex Traverso, kepala komunikasi di Biro Kontrol Kanabis California yang bertanggung jawab untuk mengatur industri ini, mengatakan kepada AFP bahwa pemerintah sedang berunding kembali untuk membicarakan aturan yang dirasa ketat itu.

Felicia Davis, yang ikut dalam tur wisata ganja, mengatakan ia lebih suka membeli ganja dari pasar gelap karena lebih murah dibandingkan dari pasar resmi yang mahal karena adanya pajak.

"Saya membelinya melalui koneksi," katanya sambil tersenyum.

(ard)