Amerika Buru Sindikat Wisata Kelahiran Bertarif Ratusan Juta

REUTERS, CNN Indonesia | Sabtu, 02/02/2019 23:11 WIB
Amerika Buru Sindikat Wisata Kelahiran Bertarif Ratusan Juta iLUSTRASI. (Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sembilan belas orang telah didakwa dalam tiga skema 'wisata kelahiran' yang beroperasi di California Selatan untuk membawa wanita hamil asal China melahirkan di Amerika Serikat (AS) demi mengamankan kewarganegaraan bagi anak-anak mereka.

Jaksa federal di Los Angeles mengatakan tiga terdakwa tersebut ditangkap penegak hukum pada Kamis (31/1) pagi, sementara 16 lainnya masih buron.

Para terdakwa dituduh memiliki hubungan dengan tiga 'rumah kelahiran' yang beroperasi di California Selatan yang melayani wanita kaya dari China. Rumah persalinan itu disebutkannya telah dibubarkan oleh agen federal pada Maret 2015.


Surat dakwaan jaksa penuntut menjelaskan bahwa para 'turis wisata kelahiran' asal China itu telah dilatih cara lulus wawancara Konsulat AS dengan menyatakan bahwa mereka akan tinggal di negara Paman Sam hanya selama dua pekan. Mereka pun berupaya menipu Bea Cukai di bandara dengan mengenakan pakaian longgar untuk menyembunyikan kehamilan mereka.

"Kasus-kasus ini merupakan skema kriminal yang berusaha untuk mengelabui hukum imigrasi kami, hukum yang menyambut dengan terbuka para pengunjung asing selama mereka jujur tentang niat mereka ketika memasuki negara," kata Jaksa A.S Nick Hanna dalam sebuah pernyataan.

"Beberapa klien kaya dalam bisnis ini juga menunjukkan penghinaan terang-terangan terhadap AS, dengan mengabaikan perintah pengadilan yang meminta mereka untuk menetap sementara demi membantu penyelidikan dan tak membayar tagihan rumah sakit mereka," kata Hanna.

Konstitusi AS memberikan kewarganegaraan kepada setiap anak yang lahir di tanah AS, dan pakar imigrasi mengatakan hal tersebut juga tak ilegal bagi perempuan yang datang dari luar negeri untuk melahirkan anak-anak di Negara Paman Sam.

Penegak hukum di California Selatan dalam beberapa tahun terakhir telah berupaya untuk menindak industri wisata bersalin yang semakin berkembang, di mana warga negara asing, kebanyakan dari China, mengajukan visa AS dengan alasan palsu yang lalu memperpanjangnya sehingga anak-anak mereka dapat memperoleh hak kewarganegaraan.

Dalam kasus yang terjadi Kamis, jaksa mengatakan, para terdakwa dijerat tuduhan penipuan imigrasi, pencucian uang dan penipuan terhadap pemilik properti yang bangunannya ternyata disewa untuk menginapkan wanita hamil.

Sebelumnya, agen federal menyerbu tiga komplek apartemen dan beberapa bangunan lain yang digunakan sebagai rumah bersalin atau hotel di California Selatan pada Maret 2015. Tempat itu melayani banyak wanita kaya dari China yang membayar US$15 ribu hingga US$80 ribu (sekitar Rp200 juta hingga Rp1 miliar) untuk persalinan. Penggerebekan itu diyakini menandai tindakan penegakan hukum pertama terhadap pariwisata bersalin di AS.



(ard)