Hari Kanker Sedunia

Kanker Payudara dan Kanker Serviks Momok Terbesar Indonesia

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 13:44 WIB
Kanker Payudara dan Kanker Serviks Momok Terbesar Indonesia ilustrasi kanker (Istockphoto/BlackJack3D)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia.

Kanker tergolong penyakit yang ditakuti sebab penyakit ini menyumbang angka kematian cukup besar. Berdasar data Globocan 2018, dari 18,1 juta angka kejadian kanker, sebanyak 9,6 juta jiwa terenggut nyawanya karena penyakit ini.

Untuk Indonesia, angka kejadian kanker sebesar 136,2 per 100 ribu penduduk. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan ke-8 di Asia Tenggara dan ke 23 Asia untuk angka kejadian kanker terbanyak. 



Baik laki-laki dan perempuan memiliki kecenderungan berbeda untuk jenis kanker. Namun pada perempuan, angka kejadiannya terbilang lebih besar daripada laki-laki.  Data tersebut juga menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan, meninggal karena kanker.

Kanker payudara dan kanker serviks jadi momok terbesar. Kanker payudara memiliki angka kejadian 42,1 per 100ribu penduduk dan angka rata-rata kematian 17 per 100ribu penduduk. Sedangkan untuk kanker serviks atau leher rahim sebesar 23,4 per 100ribu penduduk dan angka kematian sebesar 13,9 per 100ribu penduduk. 

Angka ini jauh berbeda dengan penduduk berjenis kelamin laki-laki. Pada laki-laki, 'tren' penyakit kanker tertinggi ditempati kanker paru dengan 19,4 per 100ribu penduduk dan angka kematian sebesar 10,9 per 100ribu penduduk. Kemudian urutan kedua ditempati kanker hati dengan angka kejadian sebesar 12,4 per 100ribu penduduk dan angka kematian sebesar 7,6 per 100ribu penduduk. 

Kanker patut jadi perhatian sebab berdasarkan data Riskesdas terbaru, Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan penyakit kanker dalam lima tahun.

Pada Riskesdas 2013 menunjukkan angka 1,4 per 1000 penduduk, sedangkan pada 2018 naik menjadi 1,79 per 1000 penduduk. 

Berbagai upaya cegah kanker

Tren kanker payudara dan kanker serviks cukup menyita perhatian sehingga pemerintah mengerahkan upaya untuk mencegah peningkatan kasus kedua jenis kanker ini.

Deteksi dini kanker payudara untuk perempuan usia 30-50 tahun lewat metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Sedangkan untuk deteksi dini kanker serviks dilakukan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). 


"Selain upaya di atas, Kementerian Kesehatan juga mengembangkan program penemuan dini kanker pada anak, pelayanan paliatif kanker, deteksi dini faktor risiko kanker paru, dan sistem registrasi kanker nasional," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono, mengutip dari rilis resmi Kemenkes pada Kamis (31/1). 

Tahun ini hari kanker sedunia mengangkat tema 'I Am and I Will'. Tema berusaha mengajak semua pihak untuk aktif terlibat menjalankan peran masing-masing dalam mengurangi beban akibat penyakit kanker. 

(els/chs)