Hawaii Pertimbangkan Usia Minimal Perokok Sampai 100 Tahun

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 11:37 WIB
Hawaii Pertimbangkan Usia Minimal Perokok Sampai 100 Tahun ilustrasi (REUTERS/David W Cerny)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para perokok mungkin tak akan betah atau ingin pergi ke Hawaii, Amerika Serikat. Pasalnya, mereka harus menunggu sangat lama untuk bisa menikmati rokok legal pertama mereka.

Hal ini disebabkan karena salah seorang anggota parlemen mengajukan undang-undang yang bakal melarang penjualan rokok kepada siapa pun yang berusia di bawah 100 tahun.

Usulan undang-undang ini diusung oleh perwakilan lokal Demokrat Richard Creagan, dan akan efektif menjadi larangan rokok pada 2024.



Sampai saat ini, Hawaii sudah memiliki beberapa undang-undang sulit soal penjualan rokok. Namun Creagan yang juga seorang dokter, yakin bawah harus ada lebih banyak langkah yang dilakukan untuk melarang 'artefak yang paling mematikan dalam sejarah manusia.' Ungkapan ini disebut dalam RUU yang diusulkannya,

"Pada dasarnya, kita memiliki kelompok yang sangat kecanduan, dalam pandangan saya, diperbudak oleh industri yang sangat buruk- yang memperbudak mereka dengan membuat rokok yang sangat adiktif, meskipun tahu kalau rokok itu sangat mematikan," katanya kepada Hawaii Tribune-Herald, dikutip dari AFP.

Menurut undang-undang saat ini, usia minimal untuk membeli rokok di Hawaii adalah 21 tahun. Namun secara nasional usia minimumnya adalah 18-19 tahun.

Usulan Creagan untuk meningkatkan usia minimal pembelian rokok ini dilakukan bertahap sampai 100 tahun. Di tahun depan, dia menyerukan untuk meningkatkan usia minimal pembelian rokok menjadi 30 tahun. Tahun 2021 menjadi 40 tahun, 2022 menjadi 50 tahun, 2023 menjadi 60 tahun, dan 2024 menjadi 100 tahun.


"Negara berkewajiban untuk melindungi kesehatan masyarakat," kata Creagan.

"Ini lebih mematikan, lebih berbahaya daripada obat apapun dan ini membuat ketagihan."

Menurut Pusat Pengebdalian dan Pencegahan Penyakit, merokok merupakan penyebab penyakit dan kematian yang dapat dicegah di Amerika Serikat. Dan ini menyebabkan hampir setengah juta orang mati setiap tahunnya. (AFP/chs)