Imlek, Australia Pecahkan Rekor Makan Pangsit Terbanyak

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 13:17 WIB
Imlek, Australia Pecahkan Rekor Makan Pangsit Terbanyak ilustrasi pangsit (Istockphoto/rikirisnandar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuliner pangsit dengan isian daging babi merupakan salah satu menu yang tak boleh terlewat saat perayaan Imlek. Imlek tahun ini terasa berbeda bagi warga Sydney, Australia. Mengawali tahun babi tanah, rekor baru makan pangsit terbanyak tercipta pada Selasa (5/2). 

Sebanyak 764 orang duduk dan makan pangsit bersama di Tumbalong Park, Darling Harbour. Tiap partisipan diwajibkan menyantap dua buah pangsit demi terciptanya rekor. 

Kegiatan ini diawasi oleh juri dari pihak Guiness World Record. Juri memonitor sebanyak 100 meja peserta. Rekor ini cukup unik sebab pencapaian makan pangsit terbanyak bukan muncul di negeri asal menu ini. Namun, walikota Sydney Clover Moore menuturkan warganya memang menyukai pangsit. 



"Sydney dikenal luas karena beragam masakan berkualitas tinggi dan beragam dari seluruh Asia dan pangsit selalu menjadi favorit," ujar Moore dikutip dari Sydney Morning Herald. 

Rekor ini mengalahkan rekor yang tercipta sebelumnya di Melbourne. Pada 2013, sebanyak 750 orang menyantap yum cha atau dim sum dalam waktu bersamaan. 

Menurut tradisi Tionghoa, pangsit melambangkan kemakmuran atau kekayaan. Bentuk pangsit mirip dengan emas yang digunakan sebagai mata uang selama pemerintahan Dinasti Ming. 

Melansir dari The Independent, orang Tionghoa meyakini semakin banyak pangsit yang disantap, semakin banyak pula rezeki yang akan diterima di tahun baru. 

Meski di Australia perayaan Imlek tampak meriah bahkan ada pencapaian rekor, di sana Imlek belum ditetapkan sebagai libur nasional. Pihak Australia-Chia Trade Association berharap hari Imlek bisa dimasukkan sebagai libur nasional sehingga semakin banyak yang bisa merayakan. 


"Jika kita bisa menjadikannya libur nasional itu akan bagus, karena mereka bisa benar-benar merayakan hari besar ini," kata direktur eksekutif Australia-Chia Trade Association, Ven Tan dikutip dari ABC News (5/2). (els/chs)