Pesan Terselubung di Balik Telur Pemecah Rekor Dunia

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 08:03 WIB
Pesan Terselubung di Balik Telur Pemecah Rekor Dunia Telur Instagram pemecah rekor dunia (Screenshot via instagram (@world_record_egg))
Jakarta, CNN Indonesia -- Foto sebuah telur sempat membuat heboh jagat maya di awal tahun ini. Unggahan telur itu berambisi memecahkan rekor dunia dengan mendapatkan like terbanyak di Instagram dan mengalahkan Kylie Jenner.

Predikat like terbanyak itu pun dengan mudah dicapai hanya dalam hitungan hari. Kini, unggahan telur itu sudah mendapatkan like lebih dari 52 juta pengguna Instagram, mengalahkan like terbanyak sebelumnya milik Kylie Jenner yang mendapatkan 18 juta like.

Namun, tak berhenti sampai di situ. Unggahan telur itu memiliki misi tersembunyi. Secara berkala, akun @world_record_egg itu mengunggah foto telur yang semakin retak. Hingga puncaknya, telur itu pun pecah.


Sebuah video menunjukkan bahwa retaknya telur diakibatkan oleh tekanan media sosial.

"Halo, saya World_record_egg, baru-baru ini saya mulai retak. Tekanan dari media sosial semakin menyerang saya," kata telur dalam video tersebut.

Video itu lantas mengajak orang-orang yang bernasib serupa atau merasakan hal yang sama seperti stres dan depresi untuk mencari pertolongan.

"Jika Anda juga menghadapi hal yang sama, berbicaralah dengan seseorang," kata telur itu.

Telur itu lalu memberikan informasi situs yang membantu orang dengan masalah kesehatan mental dengan melacaknya di talkingegg.info. Situs itu berisi daftar pesan dan organisasi amal kesehatan mental.

"Fiuh! Saya merasa jauh lebih baik sekarang. Jika Anda merasakan tekanan, kunjungi talkingegg.info untuk mencari tahu lebih lanjut," tulis unggahan dalam keterangan foto.

[Gambas:Instagram]

Chris Godfrey adalah nama di balik pembuat telur ini. Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, pria berusia 29 tahun itu merupakan seorang profesional bidang periklanan di sebuah perusahaan yang berbasis di London, Inggris. Dia sengaja memanfaatkan popularitas telur untuk meningkatkan kesadaran publik akan kesehatan mental. (ptj/asr)