Terkuaknya Lanskap Purba di Kanada

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 14:06 WIB
Terkuaknya Lanskap Purba di Kanada Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melelehnya gletser di sebuah kawasan es di Kanada, Pulau Baffin, membuat lanskap berusia 40 ribu tahun terkuak setelah sebelumnya sama sekali tidak nampak akibat tertutup oleh es.

Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Universitas Colorado. Dalam penelitiannya mereka mengumpulkan sekitar 48 jenis tanaman untuk dipelajari.

"Kami berkelana untuk mengumpulkan banyak sampel untuk dilakukan pengujian dengan metode radiocarbon," ujar pemimpin penelitian, Simon Pendleton, seperti yang dikutip dari travelandleisure, Kamis (7/2).


"Penelitian ini harus dilakukan, karena tanaman yang tersisa di sana menyimpan memori terhadap kawasan sekitar."

Ia memperkirakan usia tumbuhan-tumbuhan itu sudah lebih dari 40 ribu tahun. Bahkan ada kemungkinan usianya mencapai 120 ribu tahun.

Tak hanya itu, lanskap purba yang megah itu juga menyimpan beberapa 'artefak' purba terkait kehidupan masa silam yang ada di Pulau Baffin. Meskipun kabar ini terdengar agak menyenangkan, namun perubahan iklim adalah hal yang wajib dikhawatirkan.

Gletser yang terus mencair di berbagai penjuru dunia, perlahan-lahan akan mengirim sejumlah besar es ke lautan. Hal ini berpotensi pada kenaikan permukaan laut yang cepat di seluruh dunia.

Dalam skenario terburuk, permukaan laut di Florida Selatan dapat meningkat 3-9 meter pada 2100. Walaupun air menguap ketika panas, namun kenaikan permukaan laut tak dapat dihindari.

Pasalnya, air laut yang menguap terperangkap gas rumah kaca di atmosfer. Sehingga berpotensi kembali ke bumi dalam bentuk hujan.

Lapisan es yang mencair dalam penelitian ini disebabkan oleh kenaikan suhu tanah dan suhu air di sekitar permukaan laut yang semakin hangat. Peneliti memperkirakan peningkatan permukaan air bervariasi rata-rata 20 sentimeter di abad ke-20 hingga meningkat 0,33 sentimeter per tahunnya.

[Gambas:Video CNN]
(agr/ard)