FOTO: Gereja Propaganda Penyembah Antariksa

AFP Photo/Aleksey Filippov, CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 17:01 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Uni Soviet sempat mengubah fungsi gereja-gereja di negara jajahannya sebagai museum antariksa dan planetarium sebagai propaganda anti agama.

Pemandangan Gereja Saint Paraskeva di Pereyaslav-Khemlnytsky, kota kecil yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Kiev, Ukraina. Gereja yang dibangun dari kayu ini merupakan satu dari banyak gereja di Ukraina yang sempat dihancurkan oleh Uni Soviet dalam kampanye anti agamanya. (AFP Photo/Aleksey Filippov)
Pemerintah Soviet pada saat itu mengubah fungsi Gereja Saint Paraskeva menjadi museum antariksa sebagai salah satu kampanye anti agamanya. (AFP Photo/Aleksey Filippov)
Gereja Saint Paraskeva dibangun sejak tahun 1891, namun hingga kini bangunan berbahan kayu itu masih gagah berdiri. (AFP Photo/Aleksey Filippov)
Di dalam gereja dipajang berbagai barang pameran misi penjelajahan luar angkasa sebagai propaganda pada era pemerintahan Soviet, salah satunya ialah pakaian astronaut Yuri Gargarin. (AFP Photo/Aleksey Filippov)
Benda-benda antariksa dipajang agar orang-orang tak lagi percaya Tuhan dan lebih percaya kepada ilmu pengetahuan. (AFP Photo/Aleksey Filippov)
Selain Gereja Saint Paraskeva, propaganda yang sama juga diterapkan di Gereja Katedral di Leningrad yang sekarang bernama Saint Petersburg. Banyak juga gereja yang diubah menjadi planetarium. (AFP Photo/Aleksey Filippov)
Salah satu benda penjelajahan luar angkasa yang dipajang di Gereja Saint Paraskeva. (AFP Photo/Aleksey Filippov)
Setelah pemerintahan Soviet tumbang, masyarakat setempat berharap pemerintah Ukraina untuk kembali mengubah fungsi Gereja Saint Paraskeva kembali menjadi tempat ibadah. (AFP Photo/Aleksey Filippov)
Pemuka agama di Pereyaslav-Khemlnytsky mengatakan kalau kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan seharusnya bisa bersanding dengan kepercayaan terhadap Tuhan, bukan saling menjatuhkan satu sama lain. (AFP Photo/Aleksey Filippov)