New York Fashion Week

Sakit, Itang Yunasz Terpaksa Absen di Show NYFW Pertamanya

CNN Indonesia | Sabtu, 09/02/2019 09:03 WIB
Sakit, Itang Yunasz Terpaksa Absen di Show NYFW Pertamanya Itang Yunasz (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamis (7/2), waktu sudah menunjukkan nyaris pukul 22.00 WIB saat itu, normalnya kebanyakan orang sudah bersiap-siap untuk tidur. Setidaknya sudah bersantai, tak lagi berkutat dengan pekerjaan.

Namun tidak dengan Itang Yunasz. Malam itu sang desainer mesti berkutat dengan telepon genggamnya untuk mempersiapkan peragaan busana di New York Fashion Week (NYFW) 2019.

Itang memang tercatat sebagai salah satu desainer Indonesia yang terpilih untuk memamerkan koleksi busananya di panggung fesyen dunia itu.



Sayang, karena alasan kesehatan, show besar di New York harus berjalan tanpa kehadirannya.

Tak cuma itu musim dingin di New York membuat Itang memutuskan untuk tidak ikut terbang ke kota berjuluk Big Apple itu.

"Saat itu, saya lagi tidak fit. Saya takut di sana malah menyusahkan karena kedinginan, segala macam," kata Itang kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/2).

"Saya bilang sama tim Wardah (label kosmetik sekaligus sponsor Indonesian Diversity NYFW), 'kalau memang tetap saya yang ikut, saya kirim baju dan asisten saja, berkenan tidak?' Ternyata tidak masalah."

Akhirnya, hanya baju-baju koleksinya yang terbang ke Amerika. Tanpa Itang.

Itang terpaksa memantau shownya di New York dari Jakarta. Hanya saja dia berbesar hati, dia tak sedih meski tak bisa ikut hadir di pagelaran fesyen pertamanya di NYFW.

"Enggak apa-apa, saya juga sudah pernah jalan-jalan ke New York. Walaupun yang NYFW ini baru pertama kali ini."

Perancang kawakan berusia 60 tahun itu mengirimkan busana anyar bertajuk Tribal Diversity itu untuk tampil di New York bersama dua orang asisten. 

"Asisten saya sudah sering jalan kalau ada pemotretan atau show. Waktu ke San Fransisco itu yang jalan asisten saya di Kamila, sekarang asisten saya yang di Allea," katanya. 

Koleksi Itang YunaszKoleksi Itang Yunasz. (Foto: Yuchen Liao/Getty Images for Indonesian Diversity/AFP)

Namun Itang tetap memegang kendali. Sembari beristirahat di kamar tidurnya di Jakarta, dia tetap stand-by dengan Hp-nya untuk memantau persiapan NYFW 2019.

Lewat fitur aplikasi pesan instan dan juga video call, Itang bertukar informasi dengan asistennya jelang show di Industria, 775 Washinton Street, New York. Waktu di New York, yang lebih lambat dari Indonesia, menunjukkan pukul 10.00 pagi, Kamis (7/2).

"Waktu fitting baju, asisten saya telepon, saya stand-by kamera. Untungnya, semua pas tidak ada yang perlu dipotong atau dikecilkan," kata Itang.

Semua koleksi Itang terlihat pas di badan model asing tersebut. Itang memakai Model-model itu terdiri dari beragam ras seperti Asia, Amerika, dan Afrika.

Meski demikian, ada masalah yang sempat terjadi jelang show. Saat itu, urutan model sempat akan diubah. Dari urutan model dua menjadi model terakhir.

Namun, Itang tak setuju mengingat pada model membutuhkan persiapan ekstra untuk memasang aksesori dan turban sebagai pelengkap busana modest.

"Tadinya, mau diposisikan di belakang, Tapi, saya tidak mau karena susah ikat kepala dan jadi terburu-buru untuk model," ujar Itang.

Selebihnya, peragaan busana itu disebut berjalan lancar.

Kreasi busana modest bertema tribal dengan bahan dari tenun Sumba ini dilaporkan para asistennya mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah di New York. 

"Saya dengar show berjalan lancar. Saya juga tanya ada tepuk tangan yang begitu hebat dan ada wawancara juga dengan media di sana. Bahkan, panitia sudah menyiapkan pertemuan dengan pembeli. Satu asisten saya masih di Amerika bertemu dengan buyer," ungkap Itang. 

Itang bersama Dian Pelangi merupakan dua desainer modest Indonesia yang dipilih oleh Wardah Cosmetics untuk tampil di peragaan busana di NYFW 2019. Itang mengaku diajak tampil di NYFW 2019 sekitar satu bulan sebelum acara digelar, waktu yang terbilang mepet untuk persiapan peragaan busana internasional.

Di NYFW 2019, Itang membawa 12 koleksi busana modest. Mayoritas, sebanyak sembilan koleksi merupakan gaun. Sisanya berupa setelan three-piece. Busana itu dikombinasikan dengan turban dan aksesori. Koleksi busana siap pakai ini disesuaikan dengan budaya New York yang cepat dan praktis.  

Koleksi Itang YunaszKoleksi Itang Yunasz. (Foto: Yuchen Liao/Getty Images for Indonesian Diversity/AFP)

Koleksi Tribal Diversity ini mengangkat kain etnik tenun Sumba yang dipadukan dengan kain sutra cetak. Seperti namanya, koleksi ini memiliki warna redup seperti cokelat, hitam dan merah bata. Koleksi ini terinpirasi dari keberagaman yang ada di Indonesia.

"Keberagaman ini jadi tema tahun ini. Menunjukkan bahwa Indonesia banyak etnis dan bisa dicampuradukkan jadi sebuah koleksi," tutur Itang. (ptj/chs)