Hari Kanker Anak Sedunia

Beda Kanker Anak dengan Kanker Orang Dewasa

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 22:53 WIB
Beda Kanker Anak dengan Kanker Orang Dewasa ilustrasi kanker anak (Istockphoto/FatCamera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap tanggal 15 Februari, yang jatuh pada hari ini, dunia memperingati Hari Kanker Anak Internasional. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan untuk anak-anak yang mengidap kanker, penyintas, dan keluarga mereka.

Berdasarkan data WHO, setiap tahunnya terdapat sekitar 300 ribu anak yang didiagnosis menderita kanker di seluruh dunia.

Anak yang mendapatkan akses ke perawatan berkualitas, 80 persen dapat bertahan hidup dan hidup dengan sehat. Sedangkan anak yang berasal dari keluarga miskin tak bisa mendapatkan perawatan, 90 persen kematian akibat kanker anak berasal dari keluarga miskin.



Kanker anak dan kanker pada orang dewasa memiliki beberapa perbedaan dari tingkat kesembuhan dan tempat tumbuhnya kanker. Penelitian menunjukkan kanker pada anak lebih mungkin sembuh dibandingkan kanker pada orang dewasa. 

Dari segi biologis, kanker anak dan kanker pada orang dewasa dapat dibedakan dari jenis yang tumbuh. Umumnya, kanker pada anak merupakan kanker sarkoma. Kanker ini tumbuh pada jaringan muda seperti jaringan saraf, tulang, kelenjar limfoma, dan otot.

Dikutip dari Hello Sehat, lima penyakit kanker yang paling banyak dialami oleh anak yaitu, kanker darah, kanker otak, kanker limfoma, dan kanker tulang. Sarkoma menyerang sel-sel muda dan tumbuh merata ke jaringan.

Sedangkan pada orang dewasa, kanker terjadi adalah kanker berjenis karsinoma. Kanker ini lebih banyak ditemukan pada usia lanjut. Kanker ini tumbuh di jaringan epitel, seperti prostat, payudara, rahim, dam leher rahim. Sel-sel kanker tumbuh sebagai akar-akar di berbagai jaringan, sehingga mudah menyebar. 

Dari segi pengobatan, penelitian menunjukkan pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi lebih efektif untuk mengatasi sarkoma yang terjadi pada anak-anak.  Sedangkan, pada karsinoma, kemoterapi dan radiasi cenderung lebih resisten.

Hal ini terjadi karena pada anak yang memiliki sel muda, pengobatan kemoterapi dan radiasi mengakibatkan sel muda mati dan menyebabkan penuaan dini pada sel normal. 


Penuaan dini ini membuat sel melakukan regenerasi dengan cepat menggantikan sel yang rusak. Pada orang dewasa, kemampuan regenerasi sel semakin menurun seiring bertambahnya usia sehingga memperlambat pengobatan.

Dikutip dari situs kanker American Cancer Society, kanker pada anak ditandai dengan gejala seperti benjolan atau pembengkakan di tempat tertentu, pucat, tidak memiliki energi, mudah mengalami memar, dan rasa sakit yang tak kunjung henti.

Muncul pula demam, sakit kepala disertai muntah, penglihatan mata berubah dan penurunan berat badan tiba-tiba.

Menurut WHO, diagnosis kanker anak sejak dini dan meningkatkan dan meningkatkan akses ke pengobatan untuk anak-anak penting untuk meningkatkan penyembuhan kanker anak. (ptj/chs)