Laporan dari Paris

Karier Karl Lagerfeld:Balmain Sampai 'Kontrak Mati' di Chanel

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 11:30 WIB
Karier Karl Lagerfeld:Balmain Sampai 'Kontrak Mati' di Chanel Karl Lagerfeld meninggal dunia (REUTERS/Benoit Tessier)
Paris, CNN Indonesia -- Kabar duka datang dari dunia fesyen. Desainer serba bisa asal Jerman Karl Lagerfeld meninggal dunia di usia 85 tahun. Berita duka ini telah dikonfirmasi oleh rumah mode Chanel.

Setelah absen dari show Chanel haute couture bulan lalu, Lagerfeld yang dikabarkan tidak menghadiri show karena kelelahan, meninggal di rumah sakit di luar kota Paris pada hari Selasa (19/3).

Karl Lagerfeld menjadi ikon karena kepiawaiannya mendesain, tidak hanya dari segi kualitas.


Tak kurang dari 14 koleksi diciptakan per tahun. Belum lagi jika ada proyek khusus seperti foto atau desain interior.

Karl Lagerfeld lahir di Schleswig-Holstein di dekat kota Hamburg di tahun 1933 dari orang tua Elisabeth dan Otto Lagerfeldt. Hampir sama seperti anak-anak kecil lainnya, dia tak suka pergi ke sekolah. Ia juga salah satu sedikit dari desainer kelas atas yang tidak pernah menimba ilmu formal di sekolah mode.

Di tahun 1960-an, Lagerfeld menghilangkan 't' dalam nama keluarganya Lagerfeldt, agar lebih mudah diucapkan.  


Sejak kecil, Lagerfeld suka menggambar dan bermimpi menjadi ilustrator. Sejak kecil dia juga suka mengkritik busana yang dipakai orang lain. 

Ia meniti karier di dunia fesyen sejak ia usia 18 tahun. Saat itu dia memenangkan kontes Woolmark Prize untuk kategori mantel (kategori gaun dimenangkan oleh Yves Saint Laurent). Saat itu dia membuat sebuah mantel berwarna kuning dengan boatneck dengan struktur kokoh. Buat Lagerfeld, mantel ini adalah awal dari segalanya. Petualangannya di dunia fesyen dimulai sejak saat itu. 

Lewat kemenangannya ini, dia pun direkrut Pierre Balmain untuk bekerja di rumah mode Balmain di 1955. Dia juga mendapat tawaran dari Cristobal Balenciaga, yang kala itu dipandang sebagai couturier paling besar dan paling berpengaruh.

Namun, Lagerfeld -- dalam buku kumpulan wawancara karya jurnalis asal Jerman Paul Sahner --, Balenciaga kala itu tidak begitu menarik minatnya,  meskipun menurut Lagefeld dalam wawancara dengan United Press International, saat itu banyak anak muda dunia mode memandang Balenciaga layaknya tuhan. 

Lagerfeld tetap memilih Balmain sebagai pelabuhan pertamanya di dunia mode sekaligus tempat belajarnya. 

Selama lebih dari enam dekade, Karl Lagerfeld telah mendesain untuk lebih dari 15 rumah mode, di antaranya lini Dessou Gracette Lingerie, sepatu untuk Charles Jourdan, pulover untuk Ballantyne, Tsisiano Rome, Jean Patou (1958), label eponim Lagerfeld Gallery dan Karl Lagerfeld  (yang sempat tutup dan kemudian bangkit kembali dengan corak pop yang lebih muda dan segar), rumah mode asal jepang Isetan, Fendi (dari tahun 1965), Chloe (1963-1983), hingga Chanel sejak tahun 1983.

Koleksi ChanelFoto: REUTERS/Pascal Rossignol
Koleksi Chanel

Ketika Lagerfeld pertama kali didekati oleh keluarga Wertheimer, yang telah menciptakan bisnis wewangian untuk Chanel termasuk parfum blockbuster No. 5 di tahun 1920-an (yang hingga kini masih menjadi parfum terlaris dan terjual setiap enam detik), dan mengambil kendali rumah mode Chanel sejak awal tahun 1954, Chanel sudah stagnan selama lebih dari satu dekade  sejak kematian pendirinya, Gabrielle Coco Chanel.

Dan itulah yang ia lakukan sejak awal. Bagi Lagerfeld, mendesain itu seperti bernapas.

"Jika saya tidak bisa bernapas, saya dalam kesulitan," ujarnya suatu kali kepada sekelompok jurnalis di balik panggung show.


Ia menciptakan koleksi yang begitu kaya, dan terlihat berbeda untuk masing-masing rumah mode. Ia menjadikan bahan bulu yang sebelumnya dianggap hanya untuk ibu-ibu menjadi sebuah bahan yang ceria. "Fun Fur" adalah slogannya untuk rumah mode Fendi, dimana logo F dobel juga ia ciptakan untuk mempromosikan arahan baru rumah mode yang identik dengan bulu tersebut.

Karl Lagerfeld adalah satu-satunya desainer yang memimpin sebuah rumah mode dengan kontrak seumur hidup, dan hingga kini, di mana setiap desainer berpindah rumah mode setiap tiga tahun atau bahkan kurang, ia menjadi contoh bagaimana dedikasi dan kontinuitas adalah aset yang sangat berharga bagi industri barang mewah.

[Gambas:Instagram]

Sulit untuk mendeskripsikan karier Karl Lagerfeld dengan singkat. Karya Lagerfeld di bidang mode juga merambah ke industri publikasi, dengan kerjasamanya dengan kantor penerbit Steidl, dimana ia bersama sahabatnya Gerhard Steidl menerbitkan tidak hanya buku-buku fotografi Karl Lagerfeld, namun juga buletin, album fotografi, dan katalog pameran serta show Chanel.

Tak heran karena Lagerfeld juga dikenal sebagai pembaca buku yang rajin. Ia memiliki kurang lebih 300 ribu buku yang tersebar di beberapa rumah dan studionya di Biarritz, Monako, dan Paris.

Karya Lagerfeld di dunia desain interior, fotografi untuk iklan rumah mode Chanel dan Fendi serta majalah seperti Interview, Harper's Bazaar dan CR Fashion Book (termasuk foto untuk album Mick Jagger Goddess in the Doorway di tahun 2001), menjadikan Lagerfeld salah satu legenda di dunia fesyen, di mana kreativitasnya sangatlah luas dan merambah ke berbagai medium.

Ia juga menjadi pioner yang memberi jalan pada Tom Ford untuk Gucci, Hedi Slimane (mulai dari Dior Homme, Saint Laurent, hingga kini di Celine), dan Christopher Bailey untuk Burberry untuk memegang kendali penuh kreativitas saat mengepalai sebuah atelier, dimana control kreativitas melebar hingga termasuk arahan desain butik, kampanye, serta promosi dan iklan.

Selain itu, kolaborasi 'terlarang' antara couturier dengan label streetwear juga dimulai oleh Lagerfeld, ditandai dengan kolaborasinya dengan perusahaan HM.

Sejak itu, para desainer berlomba-lomba menciptakan kolaboriasi tidak hanya dengan HM, tapi juga pembuat pakaian kelas menengah lainnya.

Beberapa tahun terakhir Lagerfeld juga menyutradarai film-film pendek untuk Chanel yang dibintangi Geraldine Chaplin dan Kristen Stewart.

Karl Lagerfeld adalah sebuah anomali. Ketika banyak desainer terburu-buru mendirikan rumah mode dengan nama sendiri, Lagerfeld pada awalnya justru tidak terlalu peduli.

Sebaliknya, ia juga menciptakan banyak jalan baru bagi para desainer dan merupakan pendobrak aturan-aturan yang sebelumnya dianggap pakem dan sakral. Seorang yang penuh humor, tidak pernah memandang sesuatu terlalu serius, namun tetap memiliki pertimbangan-pertimbangan dan perspektif yang sering kali berbeda dengan kebanyakan orang.

Dengan meninggalnya Karl Lagerfeld, dunia fesyen telah kehilangan seorang persona yang memiliki karier dan warisan kreativitas yang ikonik dan monumental. Totalitas dan dedikasinya untuk dunia fesyen juga terlihat melalui jejak peninggalannya sebelum wafat. 

Layaknya Mademoiselle Chanel yang bekerja untuk rumah mode Chanel hingga akhir hayatnya untuk koleksinya yang terakhir pada 26 Januari 1971, Karl Lagerfeld juga sempat memberikan arahan untuk show Fendi yang akan diadakan di Milan di hari Kamis (21/2) nanti. 

Bagaimana karya terakhir Lagerfeld untuk Chanel di panggung Milan Fashion Week nanti? (chs)